iT's My AmbiTioN

iT's My AmbiTioN
YeaHHhh MoVe

Saturday, January 4, 2014

INVENTORY MANAGEMENT


 
BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Perusahaan yang sudah mapan dan maju biasanya sudah bisa mengatur manajemen persediaan untuk menunjang barang dan jasa yang mereka jual kepada perusahaan. Kadang jika perusahaan itu tidak bisa mengatur persediaannya entah itu produk mereka sendiri atau barang setengah jadi dan barang mentah kadang juga bisa menghambat proses dari pembuatan barang tersebut atau kadang juga bisa menghambat pelaksanaan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Inilah mengapa manajemen persediaan atau Inventory Management itu penting.
Istilah persediaan (Inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumberdaya-sumberdaya organisasi yang disimpan dalam antisipasi pemenuhan permintaan. Permintaan akan sumberdaya internal ataupun eksternal ini meliputi persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi atau produk akhir, bahan-bahan pembantu atau pelengkap dan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan.
Persediaan {inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang. Persediaan erat hubungannya dengan operasional perusahaan, baik perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan maupun industri. Jika penanganan persediaan tidak dilaksanakan dengan baik maka akan mengakibatkan resiko terganggunya proses produksi atau tidak terpenuhinya pesanan pembelian, akibatnya dapat merugikan perusahaan. Dimana persediaan merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara berlanjut diperoleh atau diproduksi maupun dijual.
Persediaan menyembunyikan banyak masalah yang terjadi di lapangan. Dengan persediaan yang banyak, masalah produk cacat dapat tertutupi karena output proses seolah memenuhi jumlah yang dibutuhkan, padahal produk cacatnya digantikan oleh persediaan. Masalah aliran produksi yang tidak lancar juga dapat ditutupi dengan persediaan yang banyak. Itu sebabnya dalam konsep manajemen produksi jepang, persediaan dikendalikan dengan sangat baik lewat pendekatan Just In Time. Dimana persediaan mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan yang harus dilakukan secara berturut-turut untuk memproduksi barang-barang serta menyampaikan kepada pelanggan.
BAB 2
PEMBAHASAN

A.     INVENTORY
Inventori atau persediaan dalam sebuah perusahaan adalah stok barang yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan untuk memfasilitasi proses produksi.
Persediaan terdiri dari :
·        Persediaan alat – alat kantor, adalah persediaan yang diperlukan dalam menjalankan fungsi organisasi dan tidak menjadi bagian dari produk akhir. Misal alat tulis,kertas, tinta printer.
  • Persediaan bahan baku, adalah item yang dibeli dari para Supplier untuk digunakan sebagai input dalam proses produksi. Bahan baku ini yang akan diproses atau dioleh sehingga menjadi produk barang  jadi. misalnya untuk industri mebel membutuhkan persediaan bahan baku berupa kayu jati dan rotan.
  • Persediaan barang dalam proses, adalah bagian dari produk akhir tetapi masih dalam proses pengerjaan karena masih menunggu item yang lain untuk diproses. Misalnya dalam industri makanan roti persediaan dalam proses berupa adonan roti dari beberapa bahan yang nantinya siap dimasak untuk menjadi roti.
  • Persediaan barang jadi, adalah persediaan produk akhir yang siap untuk dijual, didistribusikan atau disimpan yang menjadi inti proses dari perusahaan.  Misalnya dalam industri mobil itu meliputi mobil itu sendiri.
  • Persediaan Barang Penunjang Perawatan (Maintenance, Repair and Operating Supplies)

Inventori dihitung sebagai salah satu jenis kekayaan perusahaan sehingga membutuhkan modal (capital) yang besar untuk pengadaan/pembeliannya. Di satu pihak iinventori merupakan beban bagi keuangan perusahaan, namun di sisi yang lain ketersediaan inventori merupakan suatu keharusan agar proses operasi/produksi dapat berjalan lancar dan permintaan konsumen/pelanggan dapat dipenuhi.
Dari uraian diatas, maka perusahaan harus menjaga keseimbangan dari inventorinya. Apabila inventori terlalu besar, maka beban keuangan (capital) perusahaan akan berat. Namun apabila terlalu kecil/sedikit maka operasi/produksi akan terganggu dan tingkat layanan (service level) perusahaan kepada pelanggan akan menjadi rendah.
B.     INVENTORY MANAGEMENT

Manajemen Persediaan atau inventory management  merupakan salah satu aset penting dalam perusahaan.  Perencanaan dan pengendalian persediaan merupakan suatu kegiatan penting yang mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan. Karena pemborosan terjadi didalam persediaan. Namun jika tidak dipenuhi maka bisa menghambat produksi barang atau jasa.
Mengendalikan persediaan atau inventory management yang tepat bukanlah hal yang mudah. Apabila jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan timbulnya dana yang dikeluarkan terlalu besar, meningkatnya biaya penyimpanan (seperti biaya pegawai, Biaya operasional pabrik, biaya gedung, dll) dan resiko kerusakan barang yang lebih besar. Namun bila persediaan terlalu sedikit mengakibatkan resiko terjadinya kekurangan persediaan ( stock out ) karena seringkali barang persediaan tidak dapat didatangkan secara mendadak yang menyatakan terhentinya proses produksi, tertundanya keuntungan, bahkan hilangnya pelanggan.

Kenapa kita harus mengadakan persediaan barang? 
Mengapa kita mengadakan  persediaan barang mulai dari bentuk bahan mentah sampai barang  jadi adalah
1.      Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang – barang atau bahan – bahan yang dibutuhkan perusahaan.
2.      Menghilangkan resiko dan material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.
3.      Menumpuk bahan – bahan yang dihasilkan secara musiman, sehingga dapat digunakan bila bahan tidak ada di pasaran.
4.      Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin lancarnya arus produksi.
5.      Penggunaan mesin yang optimal.
6.      Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya dimana keinginan perlanggan disuatu waktu dapat dipenuhi atau memberikan jaminan tetap tersedianya barang yang dibutuhkan pelanggan.
7.      Membuat pengadaan atau produksi tidak sesuai dengan penggunaan atau penjualnya.
Oleh karena manajemen persediaan itu penting. Untuk manajemen persedian sekarang ini sudah harus terintegrasi dengan pemasaran dan dengan top manajemen.  Istilah Just In time dalam Manajemen perusahaan bukan berarti mentiadakan persediaan atau inventory namun Persediaan tersebut dibuat seminimal mungkin sehingga tidak ada pemborosan pemborosan yang ada disitu.

Yang harus diperhatikan dalam manajemen persediaan adalah
1.   waktu kedatangan barang yang akan dipesan kembali.  Jika barang waktu yang dipesan cukup lama pada periode tertentu maka persediaan barang tersebut harus disesuaikan hingga barang tersebut ada setiap saat hingga barang yang dipesan selanjutnya ada.
2.   Berapa kuantitas jumlah barang yang akan disimpan. Jumlah kuantitas barang yang dipesan harus disesuaikan karena jika terlalu banyak akan terjadi pemborosan namun jika terlalu sedikit akan menimbullkan terhenti proses produksi.
3.  Perhatikan juga safety stock atau persediaan pengamanan.  yaitu persediaan buat jaga jaga (buffer) jika terjadi sesuatu hal yang menghambat terjadinya waktu pembeliaan sehingga stock barang persediaan masih ada untuk beberapa waktu ke depan.

Persediaan pada perusahaan industri dan jasa adalah berbeda ditinjau dari sifat dan jenisnya, tetapi fungsinya sama yaitu untuk dijual dan merupakan unsur yang sangat aktif didalam perusahaan. Sifat atau batasan barang yang dapat diklasifikasikan sebagai persediaan adalah bervariasi sesuai dengan aktivitas perusahaan. Ada paradigma yang salah yang banyak dianut oleh manajemen perusahaan, yaitu bahwa persediaan dianggap sebagai asset perusahaan. Karena dianggap sebagai asset, maka persediaan ini tidak diperlakukan sebagaimana mestinya dengan cara membiarkannya begitu saja karena nilainya yang besar akan menunjukkan perusahaan memiliki nilai asset yang besar. Paradigma semacam ini harus diluruskan karena sudah tidak berlaku lagi.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan paradigmanya berubah. Salah satu faktornya adalah product life cycle (PLC) produk yang semakin pendek. Jika dulu satu produk bisa berumur lebih dari 1 tahun, maka saat ini kisaran umur produk hanya dalam periode bulan, terlebih lagi untuk produk elektronik atau yang berbasis Teknologi Informasi. makin pendeknya PLC memperbesar peluang produk untuk menjadi usang lebih awal. Tentu saja perusahaan tidak menginginkan produknya usang di gudang.
Faktor lain yang harus diperhatikan adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk persediaan. Memang banyak perusahaan, terutama yang besar, tidak mengeluarkan biaya secara langsung terkait dengan pesediaan yang mereka miliki. Mereka punya gudang sendiri, alat penanganan material sendiri, orang sendiri yang sudah dibayar secara penuh. Walaupun demikian, seharusnya biaya-biaya yang muncul terutama yang tidak tampak seperti nilai produk yang terdepresiasi, biaya karena usang atau rusak, biaya kesempatan, asuransi, pajak, utilities memiliki porsi yang tidak sedikit disamping biaya sewa gudang atau lahan. Jadi sebenarnya biaya persediaan ini jauh lebih besar daripada nilai produknya sendiri.

FUNGSI FUNGSI PERSEDIAAN
Tujuan manajemen persediaan adalah menentukan keseimbangan antara investasi persediaan dengan pelayanan pelanggan. Keempat fungsi persediaan antara lain :
·        “Decouple” atau memisahkan beberapa tahapan dari proses produksi. Sebagai contoh, jika persediaan sebuah perusahaan berfluktuasi, persediaan tambahan mungkin diperlukan untuk melakukan decouple proses produksi dari pemasok
·        Melakukan “decouple” perusahaan dari fluktuasi permintaan dan menyediakan persediaan barang-barang yang akan memberikan pilihan bagi pelanggan
·        Mengambil keuntungan dari diskon kuantitas karena pembelian dalam jumlah besar dapat mengurangi biaya pengiriman barang
·        Melindungi terhadap inflasi dan kenaikan harga
Untuk mengakomodasi fungsi-fungsi persediaan tersebut, perusahaan harus memelihara empat jenis persediaan yaitu pertama, Persediaan barang mentah (raw material inventory) , persediaan ini dapat digunakan untuk melakukan decaople (memisahkan ) pemasok dari proses produksi. Pendekatan yang dipilih adalah menghilangkan variabilitas pemasok akan kualiatas, kuantitas, atau waktu pengantaran sehingga tidak diperlukan pemisahan.
Kedua, persediaan barang setengah jadi (work in process-WIP inventory), adalah komponen komponen atau bahan mentah yang telah melewati beberapa proses perubahan,tetapi belum selesai. WIP adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu produk (disebut waktu siklus). mengurangi waktu siklus akan mengurangi persediaan
Ketiga, MRO (maintenance, repair, operating), persediaan persediaan yang disedikan untuk persediaan pemeliharaan, perbaikan dan operasi yang dibutuhkan untuk menjaga agar mesin mesin dan proses proses tetap produktif. MRO ada karena kebutuhan serta waktu untuk pemeliharaan dan perbaikan dari beberapa perlengkapan tidak di ketahui. Keempat, persediaan barang jadi, adalah produk ynag telah selesai dan tinggal menunggu pengiriman. Barang jadi dapat dimasukan ke persediaan karena permintaan pelanggan dimasa mendatang tidak diketahui.

MANAJEMEN PERSEDIAAN
Manajer operasi membuat sistem-sistem untuk mengelola persediaan. ada dua unsur dari sistem tersebut yaitu (1) bagaimana barang barang persediaan dapat diklasifikasikan (analisis ABC) dan (2) seberapa akurat catatan persediaan dapat dijaga. Kemudian kita akan mengamati kontrol persediaan dalam sektor pelayanan
·        Analisis ABC
Analisis ABC membagi persediaan yang ada menjadi tiga klasifikasi dengan basis volume dolar tahunan. Analisis ABC adalah sebuah aplikasi persediaan dari prinsip pareto. Prinsip pareto menyatakan terdapat “sedikit hal yang kritis dan banyak yang sepele”. Gagasannya adalah untuk membuat kebijakan kebijakan persediaan yang memfokuskan persediaan pada bagian-bagian persediaan kritis yang sedikit dan tidak pada banyak yang sepele. Untuk menentukan volume dolar tahunan dari analisis ABC, kita mengukur permintaan tahunan dari setiap barang persediaan dikalikan biaya perunitnya.
·        Akurasi Catatan
Akurasi catatan sangat penting bagi manajemen untuk mengetahui persediaan yang tersedia. Akurasi catatan adalah sebuah unsur kritis dalam sistem produksi dan persediaan. Akurasi catatan membuat manajemen fokus pada barang-barang yang diperlukan daripada menetapkan untuk yakin bahwa “beberapa dari semuanya” berada dalam persediaan. Ketika sebuah organisasi dapat menentukan secara akurat apa yang dimilikinya sekarang, organisasi tersebut dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai pemesanan, penjadwalan, dan pengiriman.
Sama halnya dengan penyimpanan catatan masuk dan keluar, keamanan ruang penyimpanan harus baik untuk dapat menjamin akurasi. Sebuah ruang penyimpanan yang tertata dengan baik akan memiliki akses yang terbatas, housekeeping yang baik, dan area penyimpanan yang menyimpan persediaan dalam jumlah yang tetap. Wadah-wadah, rak-rak, dan bagian-bagian akan diberi label secara akurat.
·        Perhitungan Siklus
Walaupun sebuah organisasi mungkin telah memuat usaha-usaha besar untuk mencatat persediaan secara akurat, catatan-catatan ini harus diverifikasi melalui audit berkelanjutan. Audit-audit semacam ini dikenal dengan perhitungan siklus (cycle counting). Berdasarkan sejarah, banyak perusahaan melakukan persediaan fisik tahunan. Praktik ini kerap harus dilakukan dengan menutup fasilitas dan menugaskan orang-orang tidak berpengalaman untuk menghitung bagian-bagian dan bahan. Catatan-catatan persediaan seharusnya diverifikasi melalui perhitungan siklus. Perhitungan siklus menggunakan klasifikasi persediaan yang dikembangkan melalui anlisis ABC. Dengan prosedur-prosedur perhitungan siklus, barang-barang dihitung, catatan-catatan diverifikasi, dan ketidakakuratan didokumentasikan secara periodik. Kemudian, penyebab ketidakakuratan dilacak dan diambil tindakan perbaikan yang tepat untuk menjamin integritas sistem persediaannya. Barang-barang A mungkin akan sering dihitung satu bulan sekali; barang-barang B mungkin akan dihitung setiap 3 bulan sekali; dan barang-barang C mungkin akan dihitung setiap 6 bulan sekali. Contoh 2 mengilustrasikan cara menghitung jumlah barang dari setap klasifikasi untuk dihitung setiap hari.

Contoh 2         Perhitungan Siklus di Sebuah Penghasilan Truk
Cole Trucks, Inc., sebuah produsen truk sampah berkualitas tinggi, memiliki sekitar 5.000 barang dalam persediaannya. Mereka ingin menentukan banyaknya barang untuk dihitung siklus setiap hari.
Pendekatan: Setelah menyewa Matt Clark, seorang mahasiswa MO yang cerdas, perusahaan menentukan bahwa mereka memiliki 500 barang A, 1.750 barang B, dan 2.750 barang C selama musim panas. Kebijakan perusahaan yang berlaku adalah untuk menghitung semua barang A setiap bulan (setiap 20 hari kerja), semua barang B setiap 3 bulan (setiap 60 hari kerja), dan semua barang C setiap 6 bulan (setiap 120 hari kerja). Kemudian, perusahaan mengalokasikan beberapa barang untuk dihitung setiap hari.

Solusi :
Kelas Barang
Kuantitas
Kebijakan Perhitungan Siklus
Jumlah barang Dihitung per Hari
A
500
Setiap bulan (setiap 20 hari kerja)
500/20 = 25/hari
B
1.750
Setiap 3 bulan (setiap 60 hari kerja)
1.750/60 = 29/hari
C
2.750
Setiap 6 bulan (setiap 120 hari kerja)
2.750/120 = 23/hari

Tujuh puluh tujuh barang dihitung setiap harinya.
Pemahaman : audit harian dari 77 barang ini jauh lebih efisien dan akurat dibandingkan melakukan sebuah perhitungan persediaan besar-besaran setahun sekali.
Pada contoh di atas, barang tertentu yang akan dihitung secara siklus dapat dpilih setiap hari secara berurutan atau acak. Pilihan lainnya adalah untuk menghitung siklus barang-barang setiap kali barang tersebut dipesan ulang.
            Perhitungan siklus juga memiliki berbagai keuntungan berikut:
1.      Menghindarkan penutupan dan interupsi produksi yang diperlukan untuk inventarisasi fisik tahunan.
2.      Menghilangkan penyesuaian persediaan tahunan.
3.      Audit akurasi persediaan dilakukan oleh pegawai terlatih
4.      Mempermudah pengidentifikasian dan penanggulangan atas penyebab kesalahan
5.      Menjaga akurasi catatan-catatan persediaan.

·        Kontrol Persediaan Pelayanan
Manajemen dari persediaan pelayanan layak mendapatkan pertimbangan khusus. Sebagai contoh, persediaan ekstensif yang disimpan dalam bisnis grosir dan eceran membuat manajemen persediaan sangat penting dan seriing menjadi faktor penentu dalam kemajuan manajer. Dalam bisnis pelayanan makanan, contohnya, kontrol persediaan dapat membuat perbedaaan antara kesuksesan dan kegagalan. Lebih dari itu, persediaan yang berada dalam posisi transit atau tidak digunakan dalam gudang sama saja dengan nilai yang hilang. Sama halnya, kerusakan atau pencurian sebelum terjual adalah kerugian. Dalam bisnis eceran, persediaan yang tidak tercatat dlam kuitansi saat penjualan dikenal dengan penyusutan. Penyusutan muncul dari kerusakan dan pencurian, juga dari administrasi yang ceroboh. Pencurian persediaan juga dikenal dengan pilferage. Kerugian persediaan eceran sebesar 1% dari penjualan dapat dianggap baik dengan mempertimbangkan ahwa kerugian di banyak toko melebihi 3%. Beriku teknik-teknik dalam akurasi dan kontrol persediaan.
1.      Pemilhan, pelatihan, dan pendisiplinan yang baik
Hal-hal ini tidaklah mudah, tetapi sangat diperlukan dalm operasi-operasi pelayanan makanan, grosir, dan eceran di mana pegawai memiliki akses ke barang yang langsung dikonsumsi.
2.      Kontrol yang ketat dari pengiriman yang datang
Tugas ini diselesaikan oleh banyak perusahaan melalui penggunaan barcode dan sistem radio frequency ID (RFID) yang membaca setiap pengiriman yang datang dan memeriksa jumlah hitungan terhadap pesanan pembelian secara otomatis. Jika dirancang dengan tepat, sistem ini sulit dikalahkan. Setiap barang memiliki stock keeping unit yang unik.
3.      Kontrol yang efektif atas semua barang yang meninggalkan fasilitas
Tugas ini diselesaikan dengn barcode pada barang yang dikirimkan, pita magnetis pada barang, atau melalui observasi langsung. Observasi langsung dapat dijaga oleh pegawai pada pintu keluar dan dlam daerah-daerah yang berpotensi kerguian tinggi atau dapat berbentuk cermin satu arah dan pengawasan video. Operasi eceran yang sukses memerlukan kontrol tingkat toko yang sangat baik dengan persediaan yang akurat di lokasinya yang sesuai. Baru-baru ini, sebuah studi menemukan bahwa konsumen dan pelayan toko tidak dapat menemukan 16% dari barang-barang di salah satu pengecer terbesar Amerika Serikat –bukan karena barangnya habis, melaiinkan mereka salah meletakkannya (dalam ruangan belakang, daerah penyimpanan, atau di lorong yang salah). Melalui perkiraaan peneliti, pengecer-pengecer besar kehilangan 10% sampai 25% dari keuntungan totalnya karena catatan-catatan persediaan yang buruk atau tidak akurat.

MODEL-MODEL PERSEDIAAN
Sekarang, kita melihat bergam model persediaan dan biaya terkait dengan persediaan.

·        Permintaan Independen versus Permintaan Dependen
Model-model kontrol persediaan mengasumsikan bahwa permintaan untuk sebuah barang independen dari atau dependen pada permintaan akan barang lain. Sebagai contoh, permintaan untuk kopi independen terhadap permintaan untuk garam. Akan tetapi, permintaan gula dependen terhadap permintaan kopi.
·        Biaya Penyimpanan, Pemesanan, dan Penyetelan
Biaya penyimpanan (holding cost) mencakup biaya dengan menyimpan persediaan selama waktu tertentu. Oleh karena itu, biaya penyimpanan juga mencakup biaya barang usang dan biaya yang terkait dengan penyimpanan, seperti asuransi, pegawai tambahan, dan pembayaran bunga. Tabel di bawah ini akan menunjukkan jenis-jenis biaya yang harus dievaluasi untuk menentukan besarnya biaya penyimpanan. Banyak perusahaan yang tidak berhasil menyertakan semua biaya penyimpanan persediaan. Akibatnya, biaya penyimpanan persediaan sering ditetapkan kurang dari sebenarnya.
·     Biaya pemesanan(ordering cost) mencakup biaya dari persediaan, formulir, proses pesanan, pembelian, dukungan administrasi, dan seterusnya. Ketika pesanan sedang diproduksi, biaya pesanan juga ada, tetapi mereka adalah bagan dari biaya penyetelan. Biaya penyetelan (setup cost) adalah biaya untuk mempersiapkan sebuah mesin atau proses untuk membuat sebuah pesanan. Ini menyertakan waktu dan tenaga kerja untuk membersihkan serta mengganti peralatan atau alat penahan. Manajer operasi dapat menurunkan biaya pemesanan dengan mengurangi biaya penyetelan serta menggunakan prosedur yang efisien, seperti pemesanan dan pembayaran elektronik.
Dalam banyak lingkungan kerja, biaya penyetelan sangatlah berkatan dengan waktu penyetelan (setup time). Penyetelan biasanya memerlukan sejumlah pekerjaan yang harus dilakukan sebelum penyetelan benar-benar dimulai di pusat kerja. Dengan perencanaan yang tepat, banyak persiapan yang diperlukan untuk melakukan sebuah penyetelan dapat dilakukan tanpa harus mematikan mesin atau proses. Dengan demikian, waktu penyetelan cukup banyak yang dikurangi. Mesin-mesin dan proses-proses yang secara tradisional akan memakan waktu berjam-jam untuk dipasang, sekarang dapat dipasang dalam waktu kurang dari satu menit seiring dengan semakin imajinatifnya pabrik-pabrik kelas dunia. Mengurangi waktu penyetelan adalah cara yang sangat baik untuk mengurangi investasi persediaan dan meningkatkan produktivitas.

MODEL-MODEL PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN INDEPENDEN
Berikut ini adalah tiga model permintaan independen:
1.      Model kuantitas pesanan ekonomis yang mendasar.
2.      Model kuantitas pesanan produksi.
3.      Model diskon kuantitas.
·        Model Kuantitas Pesanan Ekonomis
Adalah salah satu teknik control persediaan yang tertua dan paling dikenal. Teknik ini relatif mudah digunakan, tetapi berdasarkan pada beberapa asumsi:
-          Jumlah permintaan diketahui, konstan, dan independen.
-          Waktu tunggu diketahui dan konstan.
-          Penerimaan persediaan bersifat instan dan selesai seluruhnya.
-          Tidak tersedia diskon kuantitas.
-          Biaya variabel hanya biaya untuk menyiapakan atau melakukan pemesanan dan biaya menyimpan persediaan dalam waktu tertentu.
-          Kehabisan persediaan dapat sepenuhnya dihindari jika pemesanan dilakukan pada waktu yang tepat.

2.6 Sistem Periode Tetap
Model-model persediaan yang telah kita pertimbangkan sejauh ini adalah sistem kuantitas tetap atau sistem Q. Artinya, jumlah tetap yang sama ditambahkan pada persediaan setiap kali sebuah pesanan untuk sebuah barang ditempatkan.
Untuk menggunakan model kuantitas tetap, persediaan harus dipantau secara berkelanjutan. Ini disebut sistem persediaan perpetual. Setiap kali barang ditambahkan atau diambil dari persediaan, catatan harus diperbarui untuk menjamin ROPnya belum tercapai.
Pada sistem periode tetap atau sistem P, di lain pihak, persediaan di pesan pada akhir periode tertentu. Barulah dan hanya jika demikian, persediaan yang akan dihitun. Jumlah yang dipesan hanyalah sebanyak yang diperlukan untuk mencapai tingkat target yang telah ditentukan.
Sistem-sistem periode tetap memiliki beberapa asumsi yang sama seperti sistem kuantitas tetap EOQ dasar.
·        Biaya biaya yang relevan hanya biaya pemesanan dan biaya penyimpanan
·        Waktu tunggu diketahui
·        Barang-barang saling independen.

CONTOH SOAL
Pada sebuah perusahaan, diketahui rata-rata penjualan 1.000 unit per bulan, biaya setiap kali pesan adalah Rp 600.000,00 biaya simpan sebesar Rp 10.000,00 per unit, dengan kebijakan pemesanan 2.000 unit setiap kali pesan. Berapakah jumlah pesanan ekonomisnya?



BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Perusahaan yang sudah mapan dan maju biasanya sudah bisa mengatur manajemen persediaan untuk menunjang barang dan jasa yang mereka jual kepada perusahaan. Kadang jika perusahaan itu tidak bisa mengatur persediaannya entah itu produk mereka sendiri atau barang setengah jadi dan barang mentah kadang juga bisa menghambat proses dari pembuatan barang tersebut atau kadang juga bisa menghambat pelaksanaan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Inilah mengapa manajemen persediaan atau Inventory Management itu penting.
Persediaan (Inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumberdaya-sumberdaya organisasi yang disimpan dalam antisipasi pemenuhan permintaan. Permintaan akan sumberdaya internal ataupun eksternal ini meliputi persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi atau produk akhir, bahan-bahan pembantu atau pelengkap dan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan
Manajemen Persediaan atau inventory management  merupakan salah satu aset penting dalam perusahaan.  Perencanaan dan pengendalian persediaan merupakan suatu kegiatan penting yang mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan. Karena pemborosan terjadi didalam persediaan. Namun jika tidak dipenuhi maka bisa menghambat produksi barang atau jasa.



DAFTAR PUSTAKA







13 HaRi MenCaRi CiNta @ JaVa

Guys....
The MosT woNderfuL Day iS My daY @ My ViLLaGe..
One Day, HopiNg I'LL Be Back...

before saying Much let me say Happy New Year 2014...



KisahKu 2013 Silam, TepatnYa bermuLa dari 4 November 2013...
Well Guys,,
tanggal 1 Kemaren aku ambiL cuTi dari Kantor selama 10 hari kerja, waw kebayang Deh bakaL jadi Liburan yang menyeNangkan.
yeah dan sangat menyenangkan. Jumat, tanggal 1 Kemaren for the first time aku kedatangan om tercinta @adik ipar papa dr Pemalang, kampoeng halaman, namanya om ai bersama Pak Ustadz, sayangnya mereka cuman sehari, Sabtunya dah balik. trus malem minggunya ada acara rame2an @home,, yah momen bersejarah juga dalam hidupku. Trus tanggal 3 novebernya aku tes Cpns di Bantaeng,, Then...

Monday, November 4th 2013
tgL 4 Nya aku Terbang Deh ke Bandar Udara Internasional Hasanuddin. Meskipun deLay smp 3 kaLi bahkan sampai Larut Malam, dan even mama papa di rumah ngomel-ngomel suruh bataLin, aku enjoy enjoy aja soalnya aku bisa bertemu dengan sanak sodara as soon as possibble.
Dari yang target berangkat jam 3.30 p.m malah pesawatnya jalan jam 9 p.m. bayangin parents mana yang gak kuatir anak gadisnya  kelayapan sendiri.

Dan akhirnya akupun tiba d Juanda, travel pun sudah siap menjemput, cuman ada seora penumpang yg datangnya lama ampe jam 10 p.m WIB. wow awesome. Then kamipun berangkat jam itu juga cuman sayangnya penumpang itu turun d Pandaan sedang aku masih jauh perjalanan menuju malang kota smentara penumpang uman berdua doang. pantas sj mama tambah gerang, sibuk sendirian nelpon keluarga dan teman kiri kanan, minta aku dijemput dan disuruh nginap drumah temannya atau siapa kek yang dikenalnya. 
iki Loh Mas faiz
cuman aku bilang sm mama teen dekaatku yang sudah kuanggap kk itu nawarin rumahnya buatku istirahat semalam, yah daripada sm supir mending mama pilih aku sm mas faiz di Purwosari.
mas faiz jemput aku, akupun beristirahat dan menghabiskan sebagian malam dengan bersenda gurau sm mas faiz, maklum dah 2 taon gak ketemu.

Tuesday, November 5th 2013
Mas ngantar aku k malang Kota Jl Tirtagangga, rumah pakde ku. bis itu mas pulang. aku melepas kangen sm pakde, bude, spupu dan ponaanku. ssektar 5 jam di tempat pakde, Bude dr ngrawan nelpon ngajakin ke Selecta, batu.. wow awesome...

unforgotable
moment with my beloved aunt
Yasita Sri Rahayu




habis Dari Batu, aku Langsung ikut Ke kampung Halaman TercinTa, Desa Tempursari, Kec Tempursari, Kab Lumajang Jatim Indonesia... wawwwwww Pengen Teriak Deh
Desaku TerciNta, Rumah Nenekku TerciNta, Tempat mama Lahir, pengen deh tinggaL terus di desa...
 
 banyak kegiatan yang kulakukan di kampoeng tercinta,, mulai dari keliling desa bareng bude Pin, jungkir balik sama bocah-bocah @nisa dan happy, senda gurau sm sepupu, ipar, pakde,mbah.
Rabu, istirahat full. Kamis, goo to Lumajang City nyari kain seragam bareng bd yayuk, bd pin, mbak aning, juga mas ari.

Friday in the Afternoon, Nov 8th 2013
otewe Turen rumah bude Yun diantar mereka Lg. ujan deres tp kan pake mobiL, melewati Lebak dengan jalanan yg Licin dan sangat TerjaL. Great Buat pak suPir @Mas Ari wicaksono.
Aku Ngabisin wakTu semalaM doang di Turen, sambil melepas kangen sm mba mita, Tika, mas Imam juga Pakde sm bude Yun. 

Saturday, Nov 9th 2013 @ 10 a.m
aku menuju Malang kota Again bersama mas Imam dan motor Gede, nyimpan Tas dirummh pakde Lagi dan Gooo, jalan bareng mas imam, masuk Matos sambiL nungguin Titit @pacar mas Imam, begitu datang kami menuju Tempat Makan Mie Setan. waduh seram pelayane pake serba item trus mine rasane ky setan, pedes banget,, belum lagi minumane ada yg namanya Gendruwo, es kuntilanak pocong, wewe gombeL, ikhh serem. tapi seru sambil foto foto..
wajah kepedesan, hihi
Malamnya pun aku dijemput travel menuju Jogjakarta dengan perjalanan sekitar 8 jam.
Sunday Morning, November 10th 2013.
MorNing Jogja,,, my BeLoved City... so Fantastic..
rasanya aku ingin menghabiskan seluruh tenagaku mengitari jogja,, aku jalan sekilo buat liyat monumen tugu di pagi hari. trus aku naik becak pulangnya soalnya kaki ini rasanya mau patah, di becak aku banyak becerita sm bapak Tukang becak masalah seputar jogja, dan banyak pelajaran eh yang bermanfaat dari bapak itu, makasih Pak....
Lelah menapaki Malioboro, kuteruskan langkahku menuju Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta yang merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. aku berkeliling sendirian, brfoto sendirian, bener bener ky org hilang, heheh tp aku menikmatinya.

The unforgotable moment ketika aku melangkahkan kakiku meninggalkan Keraton, Rasa dahaga menghampiri. Kuteguk seBotol air lalu berjalan menuju arah malioboro, meskipun terik tapi aku tak berminat menyewa kendaraan, menapaki jalan jalan sambil menjadi saksi apa yg terjadi hari itu d Jogja. Pas hari itu hari Buruh nasional, Joja sangat Rwamai oleh wisatawan lokal maupun lokal, para peljar ataupun mahasiswa yang mengadakan berbagai macam kegiatan dan pagelaran, para pecinta alam, pecinta sepeda ontel, dan sebagainya..
ntah mengapa kakiku yg kelelahan memintaku untuk memanjakannya dan beristirahat sejenak d emperan jalan sambilberteduh d bawah pepohonan. Tiba-tiba seorang lelaki bersepeda ontel menghampiriku, nanyain UNJ dimana.. MENEKETEHE, hehehh. gue kan juga pendatang. wajahnya yang kelelahan rasanya tak kuasa melanjutkan perjalanan mencari kawannya yang lain dalam kondisi hp off gak da charger, kwkwkw. kamipun ngobrol ngobrol dan berkenalan, namanya Mas Eko sunawan.. emmm Jenengku wiwid mas, hehehe. dia kaget ketika aku bilang tinggal d makassar tp bisa ngomong jawa, ya iyalahhhh wong asline jowo... kami bercerita banyak hal, dan semakin asyik soalnya kami gak pernah kehabisan bahan cerita, gak kaku dan tertawa tawa saking terbawa suasana. 
dia ngajak makan siang, aku ditraktirnya sampai motret kiri kanan. emmm aku diantarnya nyari jare' buat nikahan di pasar Beringharjo katanya unya kenalan namanya Cak bandi. emm karena gak da parkiran buat sepeda, pede aja dia ngelipat sepedanya smp diguyon orang-orang.
mas eko nyangking nyangking sepeda ontel msuk pasar, sungguh mukaku mengecil,, "aku gak kenal dia" hheheee.
Setelh lelah dia ngajakin foto2 lagi, orang masih muka comel gini kok, yah gak pede belum lagi kecapean, akhirnya aku suruh pulang dulu, nanti sore ketemuan lagi..
k imran pun kusuruh jemput, dibawanya aku k asrama makassar di jogja. aku istirahat, tidur dan mandi disana. sore hari mas eko nelpon nelpon, dah gak sabaran kaleeee, hehhe. k imran pun kembali mengantarku ke malioboro @tempat janjian kami. tapi sebelumnnya aku ngecek travel dulu di Cipa ganti depan RRI. akhirnya aku ketemu lagi,,, muter2 dikit doang pas dapet magrib.. kami magriban di musholah, trus muter muter, makan malam berdua, singgah beli bakpia.. uh d tempat bakpia, sedeng lagi, penjuale disuruh motoin pake kamera gedenya.




Love WiLL Be GrowtH FroM tHe DeePesT HeaRt


 Bis itu mas eko nganter ke tempat travel, kami muter muter hilang arah tak tau jalan sampai kehujanan. Kami berteduh Dan bercerita banyak hal sembari menantikan hujan redah. Mas makein cincin di jariku, dan dia pun minta cincinku. kami tukeran cincin. Ya Allah pengen nangis, kenapa Engkau mempertemukan kami di saat seperti ini, tidak dari dulu, di saat aku udah punya ikatan sm org lain. Ya Allah aku sunggu mencintai Mas eko, aku sayng dia. meskipun pertemuan kami sangat singkat tapi menjadi moment yang tak terlupakan.....
Good Bye Jogja, Good Bye kasihku yang bersemi d Jogja. Good Bye wong Sidoarjoku... gak tau kita akan berjumpa pada edisi kapan.
dan saat itupun aku berangkat menuju PemalaNg, kampung tercinta Again. Tempat papa dilahirkan.

Monday, November 11st 2013.
posisi di Jalan Agugng, pemalang...
aku bertemu bocah bocaku yang masih pada SD juga sepupuku yg bar tamat SMA tp dah kerja. kami melepas rindu. menhabiskan waktu empat hari d pemalang, lumayan luar biasa mengobati rinduku pada mereka. hari pertama aku cuman istirahat d rumah, hari kedua aku k kalirandu ke rumah mbah buyut yang sekarang ditinggali bulik evi sama devi... malam hari aku balik ke pemalang dan keesokan hari aku jalan jalan sendirian ke pasar setono peegn cari batik,,, bener bener petualang.. aku gak mau ngrepotin, gak mau dianter, gak mau naik motor sendiri, pengennya naik bus aja biar simpel. waduh ternyata aku kesasar, untung ada hape bisa ngubungin orang orang dirumah, nanya nanya jalan biar gak keliyatan kaya orang bodoh sama orang orang. setelah nunggu bus lama dan melalui proses kesasar, aku nyampe juga d setono. ilih milh dah batiknya mulai dari yang murah sampai yang mahal.