iT's My AmbiTioN

iT's My AmbiTioN
YeaHHhh MoVe

Thursday, July 23, 2015

My Baby iS BoRN

ASSALAMUALAIKUM

Nama Saya:
ARYASATYA GIBRAN FAUZAN DM
Tempat/Tanggal Lahir:
BULUKUMBA/ 2 JULI 2015
Zodiak:
CANCER
Suasana hati tidak menentu, sentimentil, setia, penuh perhatian, sulit memaafkan, memiliki daya ingat yang kuat


 Bismillahirrahmanirrahim....

     Setelah postingan Waiting My Baby Born, sekarang aku mau berbagi kebahagiaan atas kelahiran anak pertamaku yang sembilan bulan lebih kunanti-nanti. Dengan harap-harap cemas selama kurang lebih sebulan akibat tidak memperhatikan tanggal haid terakhir, akhirnya anakku lahir juga. bocah lanang dengan bobot 3,64 kg ini bernama Aryasatya Gibran Fauzan DM panggilannya Arya tapi kalau dirumah sering disebut Sinici (panggilan kesayangan Mbah Uti dan Mbah kakungnya). Bayi besar ini (sebutan di rumah sakit) lahir Kamis Kliwon 2 Juli 2015 dini hari pukul 02.55 WITA di hari ke 15 puasa Romadhon. 
     Betapa susahnya lahir normal akhirnya anakku yang bobotnya melebihi batas normal baby pada umumnya keluar lewat operasi sesar. Yah meskipun begitu alhamdulillah baby dan mamanya sehat. Sekarang Sinici tumbuh, nangiis, kuat nyusu, heheh.

Selamat datang anakku sayang  Aryasatya Gibran Fauzan DM/ Sinici...
Cium Mama dan Papa untukmu,,,


                 Aku bobo dulu yah ma..

     Assalamualaikum...





Monday, June 29, 2015

Peran Guru berdasarkan Pemilihan Metode Pengajaran terhadap Motivasi Belajar Bahasa Inggris Siswa Sma Negeri 1 Bulukumba



ABSTRAK MANAJEMEN PENDIDIKAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) untuk mengkaji pengaruh metode pengajaran terhadap motivasi belajar bahasa Inggris siswa SMA Negeri 1 Bulukumba dan 2) untuk mengetahui metode pengajaran manakah yang paling berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SMA Negeri 1 Bulukumba
Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini  adalah jumlah keseluruhan siswa SMA Negeri 1 Bulukumba sebanyak 303 siswa dengan memilih 75 sampel siswa sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui pembagian angket dengan bantuan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji Analisis Komparatif tiga sampel berpasangan dengan menggunakan uji Friedman (Friedman Two Ways Anova) dan distribusi yang terbentuk berupa distribusi Chi Kuadrat (X2).
        Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar bahasa Inggris kelas XI SMA Negeri 1 Bulukumba tinggi dengan peran guru yang dapat dikatakan berjalan maksimal. Namun, setiap pemilihan metode pengajaran mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap motivasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bulukumba. Dari sekian metode pengajaran, hanya terdapat tiga pilihan metode pengajaran bahasa Inggris yang diterapkan di kelas XI SMA negeri 1 Bulukumba yaitu metode pengajaran membaca dan menerjemahkan, praktek pola-pola kalimat dan metode langsung. Berdasarkan hasil olah data dari angket yang telah disebarkan kepada responden, diketahui bahwa pilihan metode langsung memberi kontribusi yang paling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar bahasa Inggris siswa karena guru memberikan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari-hari dan yang ada di sekitar mereka dan guru menggunakan alat peraga serta macam-macam media yang menyenangkan.

Simak
Baca secara fonetik

WaitiNg My Baby BorN

Sebuah Pembelajaran bagi kita semua khususnya bagi para pasangan muda yang baru-baru saja menikah. Inilah kisahku.....

     Diusiaku yang menginjak 26 tahun aku belum berencana menikah sebenarnya tapi seseorang datang melamar (dialah yang menjadi suamiku sekarang). Akupun belum berniat memiliki momongan dalam satu tahun terakhir pernikahan kami karena aku masih sibuk dengan karir dan kuliahku di pascasarjana Universitas Muslim Indonesia. Namun Tuhan berkehendak lain, di usia pernikahan yang menginjak usia sekitar 4 bulan (menurut perkiraanku) uhan menitipkan karuniaNya sebuah jabang bayi di rahimku. Alhamdulillah kupanjatkan padaNYa karena banyak pasangan yang setelah berpuluh puluh tahun lamanya tidak pun dikaruniai dan dipercayakan seorang anak.
     Alhasil aku pun tidak pernah mencatat dan memperhatikan tanggal haidku tiap bulan. 
     Saat itu aku telat haid sekitar sebulan, ssahibku memaksakan diri membelikanku tespek kehamilan di apotik. pertama mencoba tidak berhasil,maklum aku belum pernah kenal dan mempergunakan alat itu. kedua kalinya aku memberanikan diri untuk membelinya sendiri di apotik guna mengobati rasa penasaranku, alhasil positif hamil.
     Akhir bulan November 2014, akupun ke dokter kandungan dan memeriksa kehamilanku dan memperkuat hasil tespek kemarin. namun meleset dari dugaanku yang mengatakan bahwa usia kandunganku sekitar 6 minggu namun dokter mengatakan usianya sudah 8 minggu. Disitulah awal dari rancunya perhitungan usia kehamilanku akibat aku tidak mengetahui pasti taggal haid terakhitku.
     Hari demi hari kulalui sampai menginjak usia berbulan-bulan aku tidak merasakan yang namanya ngidam dan mual-mual, namun penyakit lain muncul yaitu gatal di usia sekitar 5 bulan kehamilan dan kaki bengkak di usia sekitar 7 bulan kehamilan (menurut perkiraanku).
Sambil menjalani kehamilan akupun bolak balik Makassar Bulukumba untuk penyelesaian studyku hingga aku berhasil ujian tutup dan wisuda di tanggal 18 April 2016. Di sela-sela kesibukan kuliah, akupun tak lupa sembari cek up dan mengontrol kondisi kandungan di dokter makassar dan bidan di Bulukumba sambil menjalankan rutinitas kantor yang tak kalah sibuknya dari Senin pagi hingga Jumat malam.
Kini tibalah aku berkonsentasi untuk kelahiran bayiku, dan akupun mengambil cuti di kantor terhitung tanggal 15 Juni sampai 14 September, karena dokter memprediksi anakku lahir sekitar awal Juni sampai akhir Juli.
Sekarang sudah tanggal 30 Juni, tak ada sedikit tanda-tamdapun tentang persalinanku, belum ada tanda perut sakit dan keluar darah.
Aku, suami dan keluarga cemas, kami selalu berusaha mengupayakan yang terbaik meski harus ditebus mahal. aku ke dokter Niar (langgananku), dia mengatakan usia sudah 39 minggu dan air ketuban sudah mulai berkurang. si dokter pun menyarankan aku masuk kliniknya untuk diinduksi dan diberi rangsangan yang kata orang-orang itu sangat sakit.
     2 hari lamanya aku berkonsultasi sam keluarga dan sebagian besar menyarankan aku untuk mengikuti saran dokter Niar untuk induksi. tapi aku berpikiran lain, akupun segera usg kembali ke dokter Risal dan alhasil pemeriksaan dpkter Risal membuatku sedikit lega karena mengatakan kondisi janin baik-baik saja dengan ketersediaan air ketuban masih cukup dimana usia bayi sekitar 37 minggu. jadi dokter mengatakan batas untuk lahir sekitar 17 juli 2015, klo lewat dari tu segera kembali ke dokter.
jawaban itu membuatku mengurungkan niat untuk dinduksi,dan sedikit santai dirumah. namun hari demi har, pertanyaan teman-teman di bbm semakin mengusikku tentang dugaan keterlambatan melahirkan. aku semakin takut dan semakin gundah. sampai sekarang belum ada tanda-tanda.

Aku hanya memohon pada Sang Kuasa memberi kuasa dan keajaibanNya di bulan suci Romadhon ini, ini adalah persalinan pertamaku semoga semuanya baik-baik saja, aku bisa segera melahirkan normal dengan kondisi sehat. Amin..

Dan aku tak lupa mengingatkan kepadapasangan muda khususnya wanita untuk selalu mengingat tanggal haidnya agar kejadiannya tak seperti ini. semoga tulisan ini bermanfaat buat para blogger

Monday, June 22, 2015

My WeDdiNg My PreGNanT

Bismillahirrohmanirrahim.. Nulis Kembali kawan....


9 bulan
Assalamualaikum blogger maniak,, jumpa kembali setelah hampir setahun absen..


Adat Jawa

udah nikah sekarang "20 Juni 2014" dan setahun sudah, kini kami menanti buah hasil pernikahan kami dengan "Asrul Trinansyah" beberapa hari lagi "red sekarang 22 Juni 2015"



Adat Bugis


Sunday, August 24, 2014

MeNgeLoLa SisTeM GLoBaL



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Globalisasi adalah satu kata yang mungkin paling banyak dibicarakan orang selama lima tahun terakhir ini dengan pemahaman makna yang beragam. Pembicaraan mengenai globalisasi adalah pembicaraan mengenai topik yang amat luas yang melingkupi aspek mendasar kehidupan manusia dari budaya, politik, ekonomi dan sosial. Globalisasi di bidang ekonomi kini menjadi kerangka acuan dan sekaligus contoh yang saat ini paling jelas menggambarkan bagaimana sebuah kebijakan global bisa berdampak pada banyak orang di tingkat lokal, sementara wacana globalisasi dalam hal yang lain mungkin tidak begitu mudah diamati secara jelas.
Contoh yang bisa diangkat mungkin adalah perdagangan internasional, kebijakan dana moneter internasional hingga ijin operasi perusahaan multi nasional yang menunjukkan bahwa mata-rantai-dampaknya pada akhirnya akan berakhir pada pelaku ekonomi lokal, baik positif maupun negatif. Desain globalisasi ekonomi sendiri misalnya, memang pada awalnya dinilai beritikad positif, yaitu menaikkan kinerja finansial negara-negara yang dianggap masih terbelakang secara ekonomi dengan melakukan kerjasama perdagangan dan kebijakan industri. Namun, dampak negatifnya ternyata tidak bisa dielakkan ketika penyesuaian kebijakan global itu tidak bisa dilakukan di tingkat lokal. Situasi menang-menang yang ingin dicapai berubah menjadi situasi kalah-menang yang tak terhindarkan bagi pelaku ekonomi lokal.
Munculnya sistem perekonomian global dipicu oleh jaringan dan system informasi yang canggih. Tatanan dunia baru berpengaruh terhadap banyak sekali perusahaan nasional, industri nasional, dan perekonomian nasionalyang dikendalikan oleh para politikus setempat. Banyak perusahaan lokal akan tergantikan dengan perusahaan yang memiliki jaringan yang dapat bertumbuh pesat yang dapat melintas batas antarnegara. Pertumbuhan perdagangan internasional telah mengubah perekonomian lokal diseluruh dunia dengan begitu hebatnya.
 
 
BAB 2
MENGELOLA SISTEM GLOBAL

1.                  Definisi Sistem Informasi

            Di bawah ini ada alah definisi Sisitem Informasi menurut beberapa pakar. Menurut para pakar,
v  Bodnar dan Hopwood 1993 :
            Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
v  Turban, Mclean, & Wetherbe (1999):
            Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
v  Alter (1992) :
            Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
v  Hall (2001) :
            Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur normal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.

Sistem informasi adalah kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi. Dimana Sistem Informasi dibentuk oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen tersebut di atas dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan / mengelola informasi.
Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang disimpan (sumber daya data).
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sistem informasi memberikan peran yang sangat penting dalam dunia bisnis sehingga seringkali orang menggunakan keunggulan sistem informasi yang digunakan sebagai kunci strategi bisnis.

2.                  Pertumbuhan Sistem Informasi Internasional

Mengembangkan arsitektur system informasi internasional

Arsitektur system informasi internasional terdiri atas sistem informasi dasar yang dibutuhkan oleh organisasi dalam mengoordinasikan perdagangan dunia dan berbagai aktivitas lainnya.
            Strategi dasar yang perlu diikuti saat membuat sebuah sistem internasional adalah memahami lingkungan global dimana perusahaan beroperasi yang berarti memahami kekuatan pasar secara keseluruhan, atau penggerak bisnis, yang mendorong industri ke arah kompetisi global. Penggerak bisnis adalah kekuatan dalam lingkungan yang harus direspon perusahaan dan yang mempengaruhi arah gerak perusahaan.
Setelah mengaji lingkungan global, selanjutnya memikirkan strategi perusahaan untuk berkompetensi dalam lingkungan tersebut. Bagaimana perusahaan akan meresponya, dapat mengabaikan pasar global dan berfokus pada kompetensi domestik saja, menjual keseluruh dunia dari pusat domestik, atau mengatur produksi dan distribusi diseluruh dunia. 
            Setelah mengembangkan strategi perusahaan, sekarang saatnya untuk memikirkan bagaimana menyusun struktur organisasi sehingga strategi tersebut dapat dicapai. Bagaimana melakukan pembagian tenaga kerja dalam sebuah lingkungan global ? dimana fungsi produksi, administrasi, akuntansi, pemasaran, dan sumber daya manusia akan ditempatkan ? siapa yang akan menangani fungsi – fungsi system ?
            Selanjutnya memikirkan isu – isu manajemen dalam menerapkan strategi dan membuat rancangan organisasi menjadi dapat direalisasikan. Kunci utamanya adalah rancangan prosedur bisnis. Bagaimana menemukan dan mengelola kebutuhan pengguna? Bagaimana memperkenalkan perubahan untuk menyesuaikan diri terhadap kebutuhan dunia internasional ? bagaimana melakukan rekayasa ulang pada skala global, dan bagaimana mengoordinasikan pengembangan system ?
            Dan yang terakhir yang perlu diperhatikan adalah teknologi. Meskipun teknologi adalah faktor penggerak yang penting kearah pasar global namun perlu memiliki strategi dan struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum dapat memilih teknologi yang tepat secara rasional.

LINGKUNGAN GLOBAL : PENGGERAK DAN TANTANGAN BISNIS

Penggerak bisnis global dapat dibagi ke dalam 2 kelompok : factor budaya umum dan factor bisnis khusus. Beberapa factor budaya umum yang mudah dikenali telah menggerakkan internasionalisasi sejak perang dunia ke 2. Teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi telah menciptakan desa global dimana komunikasi (dengan telepon, TV, radio atau jaringan computer ) diseluruh dunia tidak lagi sulit dan tidak lebih mahal dari pada komunikasi secara langsung.
            Kebudayaan global yang dibentuk oleh TV, internet, dan media global lainnya seperti flim yang saat ini membuat berbagai budaya dan orang mengembangkan ekspektasi – ekspektasi yang benar dan salah, yang baik dan tidak baik.
            Perkembangan dasar ilmu pengetahuan global. Pada akhir perang dunia 2, pengetahuan, pendidikan, sains, dan keahlian industry sangat terkonsentralisasi di amerika serikat, eropa barat, dan jepang. Sementara sisanya sering disebut dunia ketiga. Tapi sekarang amerika latin, cina, india, asia tenggara, dan eropa timur telah mengembangkan pusat – pusat pendidikan, industry, dan penelitian yang sangat baik, sehingga membuat dasar ilmu pengetahuan senakin tersebar secara luas dan demokratis.
            Faktor – factor budaya umum ini menyebabkan internasionaisasi dalam beberapa factor globalisasi bisnis khusus yang memengaruhi hampir seluruh perindustrian. Perkembangan teknologi komunikasi yang canggih dan kemunculan budaya dunia menciptakan kondisi untuk pasar global. Konsumen global tertarik untuk mengonsumsi produk – produk yang mirip yang telah diterima dari sisi budaya. Untuk merespon permintaan ini, produksi dan operasi global telah bermunculan dengan koordinasi online yang presisi antara fasilitas produksi ditempat terpencil  dan kantor pusat yang berjarak ribuan mil.
            Pasar global yang baru dan tekanan terhadap produksi dan operasi global telah menghasilkan kemampuan baru untuk koordinasi global dari semua factor produksi. Tidak hanya produksi, tetapi juga akuntansi, pemasaran, dan penjualan, SDM, dan pengembangan system ( semua fungsi bisnis yang utama ) dapat dikoordinasikan pada skala global.
            Pasar produksi, dan administrasi global menciptakan kondisi untuk skala ekonomi global yang berkesinambungan dan sangat kuat. Produksi digerakkan oleh permintaan global dapat dipusatkan ditempat – tempat yang mampu melaksanakannya dengan paling baik, sumber – sumber daya tetap dapat dialokasikan untuk produksi berskala besar, dan produksi yang dilaksanakan di pabrik – pabrik besar dapat dujadwalakan secara lebih efesien dan diestimasi dengan lebih presisi.


Penggerak bisnis global

Faktor Budaya Umum
Faktor  Bisnis Khusus
Teknologi transportasi dan komunikasi global
Pasar Global
Perkembangan budaya global
Produksi dan Operasi Global
Munculnya norma sosial gloal
Kordinasi Global
Stabilitas politik
Tenaga kerja global
Dasar ilmu pengetahuan global
Skala ekonomi global

Tantangan dan rintangan bagi system bisnis global
            Meskipun kemungkinan globalisasi untuk kepentingan bisnis sangatlah besar, terdapat kekutan kekuatan fundamental yang menghalangi perekonomian global dan mengganggu bisnis internasional.
            Di tingkat budaya, partikularisme, peilaian dan tindakan berdasarkan pemikiran yang sempit atau berdasarkan karakteristik pribadi, dalam bentuk apapun (agama, kebanggan, etnis,regionalism, posisi geopolitik) menolak konsep dasar dari suatu kultur global bersama dan menolak dimasukinya pasar dmestik oleh barang dan jasa asing.  Perbedaan dalam beberapa kebudayaan menghasilkan perbedaan dalam ekspektasi social, politik dan pada akhirnya turan hukumnya. Di beberapa negara tertentu, konsumen mengharapkan produk produk bermerek domestiknya bisa dibuat dalam negeri dan kecewa ketika menyadari bahwa banyak produk yang tadinya mereka piir diproduksi di dalam negeri ternyata dibuat di luar negeri.
            Perbedaan budaya menghasilkan perbedaan dalam rezim politik. Banyak Negara di dunia memiliki undang undang yang berbeda yang mengatur perpindahan informasi, privasi informasi, bagi warga Negara mereka.
            Perbedaan perbedaan politik dan budaya sangat mempengaruhi proses bisnis perusahaan dan penerapan teknologi informasi.sejumlah rintangan khusus timbul dari perbedaan budaya umum, dari perbedaan tingkat kehandalan jaringan telepon sampai kurangnya konsultan terdidik.
Umum
Khusus
Partikularisme  : Regionalisme, nasio- nalisme ,   perbedaan budaya
Standar : Pertukaran data elektonik (EDI), e–mail, standar telekomunikasi yang berbeda
Ekspektasi Sosial : Merk, Jam Kerja
Reliabilitas : Jaringan telepon tidak seluruhnya dapat diandalkan
Undang – undang politik : Peraturan mengenai data lintas batas dan privasi, peraturan komersial
Kecepatan : Kecepatan data banyak yang lambat

Personel : Langkanya konsultan yang memiliki keahlian


Adapun Tantangan dan rintangan bagi system bisnis global dalam pembagian yang lain yakni:
1.      Tantangan budaya

o   Perbedaan bahasa
o   Ketertarikan budaya
o   Agama
o   Kebiasaan
o   Perilaku sosial
o   Filosofi politik
2.         Tantangan politik
o   Perbedaan peraturan tentang transfer data lintas negara
o   Peraturan perpajakan, larangan impor hardware dan software
3.      Tantangan ekonomi
o   masih sulitnya berkomunikasi secara real time di seluruh zona waktu dunia
o   sulit mendapatkan layanan telepon dan telekomunikasi yang berkualitas bagus di seluruh dunia
o   Perbedaan biaya hidup dan biaya tenaga kerja

2.   Mengelola Sistem Informasi Internasional

Strategi  Global dan organisasi Bisnis

            Empat strategi global utama menjadi basis struktur organisasional perusahaan global, yaitu eksportir domestic, multinasional, pewaralaba, dan lintas Negara.
            Strategi eksportir domestik dicirikan dengan terpusatnya aktivitas perusahaan dinegara asal perusahaan tersebut. Hampir semua perusahaan internasional dimulai dengan cara ini, kemudian beberapa berubah ke bentuk lainnya. Produksi, keuangan/ akuntansi, penjualan/ pemasaran, SDM, dan manajemen strategis diatur untuk mengoptimalkan sumber daya dinegara asal. Penjualan internasional terkadang dilangsungkan menggunakan perjanjian agensi atau anak perusahaan, tapi pemasaran luar negeri ini lebih bergantung pada dasar dan strategi pemasaran dinegara asal.
            Strategi multinasional memusatkan manajemen keuangan dan pengendalian diluar Negara asal sementara melakukan desentralisasi dalam operasi produksi, penjualan, dan pemasaran kepada unit – unit di Negara – Negara lain. Produk dan layanan penjualan diberbagai Negara disesuaikan dengan kondisi pasar setempat. Organisasi menjadi suatu kumpulan dari fasilitas produksi dan pemasaran dinegara – Negara jauh. Banyak perusahaan layanan keuangan dan juga perusahaan manufaktur besar.
            Pewaralaba merupakan penggabungan yang menarik dari hal yang baru dan yang lama. Disatu sisi, produk diciptakan, dirancang, dibiayai, dan di produksi pertama kalinya dinegara asal, tetapi untuk alas an – alas an khusus terhadap produk tertentu harus disesuaikan dengan personel luar negeri untuk memperluas proses produksi, pemasaran, dan sumber daya manusianya.
            Perusahaan lintas Negara tidak memiliki Negara asal dan benar – benar diatur secara global dan akan menjadi bagian yang besar dari bisnis internasional dimasa yang akan datang. Perusahaan lintas  Negara tidak memiliki kator pusat tunggal, tetapi memiliki banyak kantor pusat dan mungkin juga sebuah kantor pusat dunia. Dalam strategi lintas Negara, hampir semua aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah diatur dari persepektif global tanpa memandang batas – batas nasional, mengoptimalkan sumber dari pasokan dan permintaan diamana pun keduanya mereka muncul memanfaatkan kesempatan dari keunggulan kompetithif lokal.

Fungsi Bisnis
Eksportir Domestik
Multinasional
Pewaralaba
Lintas Negara
Produksi
Terpusat
Tersebar
Terkoordinasi
Terkoordinasi
Keuangan
Terpusat
Terpusat
Terpusat
Terkoordinasi
Penjualan/Pemasaran
Campuran
Tersebar
Terkoordinasi
Terkoordinasi
Sumber Daya Manusia
Terpusat
Terpusat
Terkoordinasi
Terkoordinasi
Manajemen Strategis
Terpusat
Terpusat
Terpusat
Terkoordinasi


Sistem Global untuk Penyesuaian Strategi

Konfigurasi, manajemen, dan pengembangan sistem pada sistem global cenderung mengikuti strategi golbal yang dipilih
Sistem : berbagai aktivitas yang dilibatkan dalam  pembuatan dan operasi sistem informasi : konsepsi dan keselarasam dengan rencana bisnis strategis, pengembangan sistem  serta aktivitas yang dilakukan terus menerus dan perawatan.
o   Sistem Tersentralisasi : Sistem dimana pengembangan dan operasinya sepenuhnya dilakukan di tempat asal
o   Sistem Terdesentralisasi : Sistem dimana masing – masing unit di luar negeri merancang solusi dan sistem yang unik untuk masing – masing
o   Sistem Terduplikasi : sistem dimana proses pengembangan dilaksanakan di tempat asal tetapi operasinya di tangani oleh unit – unit independen di luar negeri
o   Sistem Jaringan : Sistem yang pengembangan dan operasinya berlangsung secara terintegrasi dan terkoordinasi pada seluruh unitnya.



 
Menata Ulang Perusahaan
Prinsip – prinsip pengembangan sebuah perusahaan global dan struktur pendukung sistem informasi :
o   Menata ulang aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan keunggulan komparatifnya.
o   Mengembangkan dan mengoperasikan unit – unit sistem pada setiap tingkat aktivitas perusahaan regional, nasional dan internasional. Untuk melayani kebutuhan lokal harus terdapat unit – unit sistem negara asal hingga batas tertentu. Unit sistem regional harus menangani telekomunikasi dan pengembangan sistem yang melintasi batas negara yang terjadi dalam kawasan – kawasan geografis utama. Unit – unit sistem lintas batas negara harus diciptakan untuk membuat hubungan yang melintasi daerah – daerah regional utama dan mengkoordinasikan pengembangan dan operasi dari telekomunikasi internasional serta pengembangan sistem
o   Mendirikan kantor tunggal di kantor pusat dunia yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem internasional

Tantangan bagi manajemen dalam mengembangkan sistem global :

o   Menyepakati kebutuhan pengguna bersama
o   Membawa perubahan kedalam proses bisnis
o   Mengordinasikan pengembangan aplikasi
o   Mengordinasian peluncuran peranti lunak
o   Mendorong pengguna lokal untuk mendukung sistem global

Strategi Sistem Global

Tidak seluruh sistem harus ada diseluruh negara, hanya beberapa sistem inti yang perlu digunakan secara bersama, dari sudut pandang kelayakan dan sudut pandang biaya. Sistem Inti ( Core System) merupakan sistem yang mendukung fungsi – fungsi yang benar – benar penting bagi organisasi. Dimana sisste yang lainnya harus didikoordinasikan secara parsial karena system tersebut berbagi lemen penting , tetapi tidak harus benar benar di berbagai Negara. Untuk system system seperti itu adanya variasi di tingkat local sesungguhnya dimungkinkan dan justru diinginkan. Sekelompok system akhir sifatnya tidaklah signifikan sepenuhnya local, dan hanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan local saja.
 
1.      Mendefenisikan proses bisnis inti
o   Menetapkan proses – proses bisnis yang penting dengan melakukan analisis proses bisnis
o   Mengidentifikasi pusat keunggulan beberapa bidang atau fungsi bisnis di perusahaan
o   Tentukan peringkat proses bisnis perusahaan
o   Tentukan proses yang menjadi aplikasi inti yang dikoordinasikan di pusat, di rancang dan diterapkan diseluruh dunia dan mana proses yang dapat dibuat dalam skala regional dan lokal
2.      Mengidentifikasi sistem inti untuk koordinasi terpusat
3.       Memilih pendekatan : Bertahap, Rancangan Keseluruhan, Evolusioner
4.      Menjelaskan manfaatnya 

Isu Dan Peluang Teknologi Untuk Rantai Nilai Global
Tantangan Teknologi Sistem Global
1.         Platform Komputasi dan Integrasi Sistem
        Bagaimana agar aplikasi yang dikembangkan dan digunakan oleh divisi – divisi yang berbeda, orang – orang yang berbeda – beda dan jenis – jenis piranti keras komputasi yang berbeda dapat di integrasikan
2.         Konektivitas
Merupakan Kemampuan untuk meghubungkan sistem dan orang – orang pada
perusahaan global kedalam sebuah jaringan yang terintegrasi.
Masalah – masalah pada jaringan internasional :
o   Kualitas layanan
o   Keamanan
o   Biaya dan tarif
o   Pengelolaan jaringan
o   Penundaan dalam pemasangan
o   Kualitas layanan internasional yang lemah
o   Batasan – batasan peraturan
o   Kapasitas Jaringan
3.      Peranti Lunak
o   Bagaimana antarmuka sistem lama dengan sistem baru bila masih menggunakan sistem lama
o   Bila sepenuhnya menggunakan sistem baru bagaimana membuat perangkat lunak yang dapat digunakan oleh seluruh unit bisnis dari berbagai negara
o   Rancangan antarmuka manusia
o   Fungsionalitas sistem

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Sistem informasi adalah kombinasi dari people, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data, prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan, mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu organisasi. Dimana Sistem Informasi dibentuk oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen tersebut di atas dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan / mengelola informasi.
Pembicaraan mengenai globalisasi adalah pembicaraan mengenai topik yang amat luas yang melingkupi aspek mendasar kehidupan manusia dari budaya, politik, ekonomi dan sosial. Globalisasi di bidang ekonomi kini menjadi kerangka acuan dan sekaligus contoh yang saat ini paling jelas menggambarkan bagaimana Pertumbuhan perdagangan internasional telah mengubah perekonomian lokal diseluruh dunia dengan begitu hebatnya. Munculnya sistem perekonomian global dipicu oleh jaringan dan system informasi yang canggih. Tatanan dunia baru berpengaruh terhadap banyak sekali perusahaan nasional, industri nasional, dan perekonomian nasional yang dikendalikan oleh para politikus setempat.
Olehnya kita harus mampu bersaing di duia internasional dengan mengandalkan system informasi internasional. Strategi dasar yang perlu diikuti saat membuat sebuah sistem internasional adalah memahami lingkungan global dimana perusahaan beroperasi yang berarti memahami kekuatan pasar secara keseluruhan, atau penggerak bisnis, yang mendorong industri ke arah kompetisi global, selanjutnya memikirkan strategi perusahaan untuk berkompetensi dalam lingkungan tersebut. Kemudian bagaimana menyusun struktur organisasi sehingga strategi tersebut dapat dicapai. Selanjutnya adalah isu – isu manajemen dalam menerapkan strategi dan membuat rancangan organisasi menjadi dapat direalisasikan. Dan yang terakhir yang perlu diperhatikan adalah teknologi. Meskipun teknologi adalah faktor penggerak yang penting kearah pasar global namun perlu memiliki strategi dan struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum dapat memilih teknologi yang tepat secara rasional.
            Dalam bisnis internasional, ada banyak tantangan bisnis yang akan menjadi ancaman bagi sebuah perusahaan yakni berupa Faktor – factor budaya umum (Teknologi transportasi dan komunikasi global, Perkembangan budaya global, Munculnya norma sosial gloal, Dasar ilmu pengetahuan global, dan Stabilitas politik) Yang menyebabkan internasionaisasi dalam beberapa factor globalisasi bisnis khusus (Pasar Global, Produksi dan Operasi Global, Kordinasi Global, Tenaga kerja global, Skala ekonomi global)