BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Globalisasi adalah satu kata yang mungkin paling
banyak dibicarakan orang selama lima tahun terakhir ini dengan pemahaman makna
yang beragam. Pembicaraan mengenai globalisasi adalah pembicaraan mengenai
topik yang amat luas yang melingkupi aspek mendasar kehidupan manusia dari
budaya, politik, ekonomi dan sosial. Globalisasi di bidang ekonomi kini menjadi
kerangka acuan dan sekaligus contoh yang saat ini paling jelas menggambarkan
bagaimana sebuah kebijakan global bisa berdampak pada banyak orang di tingkat
lokal, sementara wacana globalisasi dalam hal yang lain mungkin tidak begitu
mudah diamati secara jelas.
Contoh yang bisa diangkat mungkin adalah perdagangan
internasional, kebijakan dana moneter internasional hingga ijin operasi
perusahaan multi nasional yang menunjukkan bahwa mata-rantai-dampaknya pada
akhirnya akan berakhir pada pelaku ekonomi lokal, baik positif maupun negatif.
Desain globalisasi ekonomi sendiri misalnya, memang pada awalnya dinilai beritikad
positif, yaitu menaikkan kinerja finansial negara-negara yang dianggap masih
terbelakang secara ekonomi dengan melakukan kerjasama perdagangan dan kebijakan
industri. Namun, dampak negatifnya ternyata tidak bisa dielakkan ketika
penyesuaian kebijakan global itu tidak bisa dilakukan di tingkat lokal. Situasi
menang-menang yang ingin dicapai berubah menjadi situasi kalah-menang yang tak
terhindarkan bagi pelaku ekonomi lokal.
Munculnya
sistem perekonomian global dipicu oleh jaringan dan system informasi yang
canggih. Tatanan dunia baru berpengaruh terhadap banyak sekali perusahaan
nasional, industri nasional, dan perekonomian nasionalyang dikendalikan oleh
para politikus setempat. Banyak perusahaan lokal akan tergantikan dengan
perusahaan yang memiliki jaringan yang dapat bertumbuh pesat yang dapat
melintas batas antarnegara.
Pertumbuhan perdagangan internasional telah mengubah perekonomian lokal
diseluruh dunia dengan begitu hebatnya.
BAB
2
MENGELOLA SISTEM GLOBAL
1.
Definisi
Sistem Informasi
Di
bawah ini ada alah definisi Sisitem Informasi menurut beberapa pakar. Menurut
para pakar,
v
Bodnar dan Hopwood 1993 :
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan
perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk
informasi yang berguna.
v
Turban, Mclean, & Wetherbe (1999):
Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses,
menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
v
Alter (1992) :
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,
informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai
tujuan dalam sebuah organisasi.
v
Hall (2001) :
Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur normal
dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan
kepada pemakai.
Sistem informasi adalah
kombinasi dari people, hardware,
software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data,
prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan,
mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu
organisasi. Dimana Sistem Informasi dibentuk oleh manusia yang terdiri dari
komponen-komponen tersebut di atas dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan
yaitu menyajikan / mengelola informasi.
Orang bergantung pada sistem
informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai
jenis alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi
(software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang disimpan (sumber
daya data).
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, sistem informasi memberikan peran yang sangat penting dalam dunia
bisnis sehingga seringkali orang menggunakan keunggulan sistem informasi yang digunakan
sebagai kunci strategi bisnis.
2.
Pertumbuhan
Sistem Informasi Internasional
Mengembangkan arsitektur system
informasi internasional
Arsitektur system informasi internasional terdiri atas
sistem informasi dasar yang dibutuhkan oleh organisasi dalam mengoordinasikan
perdagangan dunia dan berbagai aktivitas lainnya.
Strategi dasar yang perlu diikuti saat membuat sebuah sistem internasional
adalah memahami lingkungan global dimana perusahaan beroperasi yang berarti
memahami kekuatan pasar secara keseluruhan, atau penggerak bisnis, yang
mendorong industri ke arah kompetisi global. Penggerak
bisnis adalah kekuatan dalam lingkungan yang harus direspon perusahaan dan
yang mempengaruhi arah gerak perusahaan.
Setelah
mengaji lingkungan global, selanjutnya memikirkan strategi perusahaan untuk berkompetensi dalam lingkungan tersebut.
Bagaimana perusahaan akan meresponya, dapat mengabaikan pasar global dan
berfokus pada kompetensi domestik saja, menjual keseluruh dunia dari pusat
domestik, atau mengatur produksi dan distribusi diseluruh dunia.
Setelah mengembangkan strategi
perusahaan, sekarang saatnya untuk memikirkan bagaimana menyusun struktur organisasi sehingga strategi
tersebut dapat dicapai. Bagaimana melakukan pembagian tenaga kerja dalam sebuah
lingkungan global ? dimana fungsi produksi, administrasi, akuntansi, pemasaran,
dan sumber daya manusia akan ditempatkan ? siapa yang akan menangani fungsi –
fungsi system ?
Selanjutnya memikirkan isu – isu manajemen dalam menerapkan
strategi dan membuat rancangan organisasi menjadi dapat direalisasikan. Kunci
utamanya adalah rancangan prosedur bisnis. Bagaimana menemukan dan mengelola
kebutuhan pengguna? Bagaimana memperkenalkan perubahan untuk menyesuaikan diri
terhadap kebutuhan dunia internasional ? bagaimana melakukan rekayasa ulang
pada skala global, dan bagaimana mengoordinasikan pengembangan system ?
Dan yang terakhir yang perlu
diperhatikan adalah teknologi.
Meskipun teknologi adalah faktor penggerak yang penting kearah pasar global
namun perlu memiliki strategi dan struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum
dapat memilih teknologi yang tepat secara rasional.
LINGKUNGAN GLOBAL : PENGGERAK DAN
TANTANGAN BISNIS
Penggerak
bisnis global dapat dibagi ke dalam 2 kelompok : factor budaya umum dan
factor bisnis khusus. Beberapa factor budaya umum yang mudah dikenali telah
menggerakkan internasionalisasi sejak perang dunia ke 2. Teknologi informasi,
komunikasi, dan transportasi telah menciptakan desa global dimana komunikasi (dengan
telepon, TV, radio atau jaringan
computer ) diseluruh dunia tidak
lagi sulit dan tidak lebih mahal dari pada komunikasi secara langsung.
Kebudayaan
global yang dibentuk oleh TV, internet, dan media global lainnya seperti flim yang saat ini membuat berbagai
budaya dan orang mengembangkan ekspektasi – ekspektasi yang benar dan salah,
yang baik dan tidak baik.
Perkembangan dasar ilmu pengetahuan global. Pada akhir
perang dunia 2, pengetahuan, pendidikan, sains, dan keahlian industry sangat terkonsentralisasi di
amerika serikat, eropa barat, dan jepang. Sementara sisanya sering disebut
dunia ketiga. Tapi sekarang amerika latin, cina, india, asia tenggara, dan eropa timur telah mengembangkan pusat –
pusat pendidikan, industry, dan penelitian yang sangat baik, sehingga membuat
dasar ilmu pengetahuan senakin tersebar secara luas dan demokratis.
Faktor – factor budaya umum ini
menyebabkan internasionaisasi dalam beberapa factor globalisasi bisnis khusus yang memengaruhi hampir
seluruh perindustrian. Perkembangan teknologi komunikasi yang canggih dan
kemunculan budaya dunia menciptakan kondisi untuk pasar global. Konsumen global tertarik untuk
mengonsumsi produk – produk yang mirip yang telah diterima dari sisi budaya.
Untuk merespon permintaan ini, produksi dan operasi global telah
bermunculan dengan koordinasi online yang presisi antara fasilitas produksi
ditempat terpencil dan kantor pusat yang
berjarak ribuan mil.
Pasar global yang baru dan tekanan
terhadap produksi dan operasi global telah menghasilkan kemampuan baru untuk koordinasi
global dari semua factor produksi. Tidak hanya produksi, tetapi juga
akuntansi, pemasaran, dan penjualan, SDM, dan pengembangan system ( semua
fungsi bisnis yang utama ) dapat dikoordinasikan pada skala global.
Pasar produksi, dan administrasi
global menciptakan kondisi untuk skala ekonomi global yang
berkesinambungan dan sangat kuat. Produksi digerakkan oleh permintaan global
dapat dipusatkan ditempat – tempat yang mampu melaksanakannya dengan paling
baik, sumber – sumber daya tetap dapat dialokasikan untuk produksi berskala
besar, dan produksi yang dilaksanakan di pabrik – pabrik besar dapat
dujadwalakan secara lebih efesien dan diestimasi dengan lebih presisi.
Penggerak
bisnis global
|
Faktor
Budaya Umum
|
Faktor Bisnis Khusus
|
|
Teknologi
transportasi dan komunikasi global
|
Pasar
Global
|
|
Perkembangan
budaya global
|
Produksi
dan Operasi Global
|
|
Munculnya
norma sosial gloal
|
Kordinasi
Global
|
|
Stabilitas
politik
|
Tenaga
kerja global
|
|
Dasar
ilmu pengetahuan global
|
Skala
ekonomi global
|
Tantangan dan rintangan bagi system
bisnis global
Meskipun
kemungkinan globalisasi untuk kepentingan bisnis sangatlah besar, terdapat
kekutan kekuatan fundamental yang menghalangi perekonomian global dan
mengganggu bisnis internasional.
Di tingkat
budaya, partikularisme, peilaian dan tindakan berdasarkan pemikiran yang sempit
atau berdasarkan karakteristik pribadi, dalam bentuk apapun (agama, kebanggan,
etnis,regionalism, posisi geopolitik) menolak konsep dasar dari suatu kultur
global bersama dan menolak dimasukinya pasar dmestik oleh barang dan jasa
asing. Perbedaan dalam beberapa
kebudayaan menghasilkan perbedaan dalam ekspektasi social, politik dan pada
akhirnya turan hukumnya. Di beberapa negara tertentu, konsumen mengharapkan
produk produk bermerek domestiknya bisa dibuat dalam negeri dan kecewa ketika
menyadari bahwa banyak produk yang tadinya mereka piir diproduksi di dalam negeri
ternyata dibuat di luar negeri.
Perbedaan
budaya menghasilkan perbedaan dalam rezim politik. Banyak Negara di dunia
memiliki undang undang yang berbeda yang mengatur perpindahan informasi,
privasi informasi, bagi warga Negara mereka.
Perbedaan
perbedaan politik dan budaya sangat mempengaruhi proses bisnis perusahaan dan
penerapan teknologi informasi.sejumlah rintangan khusus timbul dari perbedaan
budaya umum, dari perbedaan tingkat kehandalan jaringan telepon sampai
kurangnya konsultan terdidik.
|
Umum
|
Khusus
|
|
Partikularisme : Regionalisme, nasio- nalisme , perbedaan budaya
|
Standar
: Pertukaran data elektonik (EDI), e–mail, standar telekomunikasi yang
berbeda
|
|
Ekspektasi
Sosial : Merk, Jam Kerja
|
Reliabilitas
: Jaringan telepon tidak seluruhnya dapat diandalkan
|
|
Undang
– undang politik : Peraturan mengenai data lintas batas dan privasi,
peraturan komersial
|
Kecepatan
: Kecepatan data banyak yang lambat
|
|
Personel
: Langkanya konsultan yang memiliki keahlian
|
Adapun Tantangan dan rintangan bagi
system bisnis global dalam pembagian yang lain yakni:
1. Tantangan budaya
o
Perbedaan
bahasa
o
Ketertarikan
budaya
o
Agama
o
Kebiasaan
o
Perilaku
sosial
o
Filosofi
politik
2.
Tantangan
politik
o
Perbedaan
peraturan tentang transfer data lintas negara
o
Peraturan
perpajakan, larangan impor hardware dan software
3. Tantangan ekonomi
o
masih
sulitnya berkomunikasi secara real time di seluruh zona waktu dunia
o
sulit
mendapatkan layanan telepon dan telekomunikasi yang berkualitas bagus di
seluruh dunia
o
Perbedaan
biaya hidup dan biaya tenaga kerja
2.
Mengelola Sistem Informasi
Internasional
Strategi Global dan organisasi Bisnis
Empat strategi global utama menjadi
basis struktur organisasional perusahaan global, yaitu eksportir domestic, multinasional, pewaralaba,
dan lintas Negara.
Strategi eksportir domestik dicirikan
dengan terpusatnya aktivitas perusahaan dinegara asal perusahaan tersebut.
Hampir semua perusahaan internasional dimulai dengan cara ini, kemudian
beberapa berubah ke bentuk lainnya. Produksi, keuangan/ akuntansi, penjualan/
pemasaran, SDM, dan manajemen strategis diatur untuk mengoptimalkan sumber daya
dinegara asal. Penjualan internasional terkadang dilangsungkan menggunakan
perjanjian agensi atau anak perusahaan, tapi pemasaran luar negeri ini lebih
bergantung pada dasar dan strategi pemasaran dinegara asal.
Strategi multinasional memusatkan
manajemen keuangan dan pengendalian diluar Negara asal sementara melakukan
desentralisasi dalam operasi produksi, penjualan, dan pemasaran kepada unit –
unit di Negara – Negara lain. Produk dan layanan penjualan diberbagai Negara
disesuaikan dengan kondisi pasar setempat. Organisasi menjadi suatu kumpulan
dari fasilitas produksi dan pemasaran dinegara – Negara jauh. Banyak perusahaan
layanan keuangan dan juga perusahaan manufaktur besar.
Pewaralaba merupakan penggabungan yang
menarik dari hal yang baru dan yang lama. Disatu sisi, produk diciptakan,
dirancang, dibiayai, dan di produksi pertama kalinya dinegara asal, tetapi
untuk alas an – alas an khusus terhadap produk tertentu harus disesuaikan dengan
personel luar negeri untuk memperluas proses produksi, pemasaran, dan sumber
daya manusianya.
Perusahaan lintas Negara tidak memiliki
Negara asal dan benar – benar diatur secara global dan akan menjadi bagian yang
besar dari bisnis internasional dimasa yang akan datang. Perusahaan lintas Negara tidak memiliki kator pusat tunggal,
tetapi memiliki banyak kantor pusat dan mungkin juga sebuah kantor pusat dunia.
Dalam strategi lintas Negara, hampir semua aktivitas yang dapat memberikan
nilai tambah diatur dari persepektif global tanpa memandang batas – batas
nasional, mengoptimalkan sumber dari pasokan dan permintaan diamana pun
keduanya mereka muncul memanfaatkan kesempatan dari keunggulan kompetithif
lokal.
|
Fungsi Bisnis
|
Eksportir Domestik
|
Multinasional
|
Pewaralaba
|
Lintas Negara
|
|
Produksi
|
Terpusat
|
Tersebar
|
Terkoordinasi
|
Terkoordinasi
|
|
Keuangan
|
Terpusat
|
Terpusat
|
Terpusat
|
Terkoordinasi
|
|
Penjualan/Pemasaran
|
Campuran
|
Tersebar
|
Terkoordinasi
|
Terkoordinasi
|
|
Sumber Daya Manusia
|
Terpusat
|
Terpusat
|
Terkoordinasi
|
Terkoordinasi
|
|
Manajemen Strategis
|
Terpusat
|
Terpusat
|
Terpusat
|
Terkoordinasi
|
Sistem Global untuk Penyesuaian
Strategi
Konfigurasi, manajemen, dan
pengembangan sistem pada sistem global cenderung mengikuti strategi golbal yang
dipilih
Sistem : berbagai aktivitas yang dilibatkan dalam pembuatan dan operasi sistem informasi :
konsepsi dan keselarasam dengan rencana bisnis strategis, pengembangan
sistem serta aktivitas yang dilakukan
terus menerus dan perawatan.
o
Sistem
Tersentralisasi : Sistem dimana pengembangan dan operasinya sepenuhnya
dilakukan di tempat asal
o
Sistem
Terdesentralisasi : Sistem dimana masing – masing unit di luar negeri merancang
solusi dan sistem yang unik untuk masing – masing
o
Sistem
Terduplikasi : sistem dimana proses pengembangan dilaksanakan di tempat asal
tetapi operasinya di tangani oleh unit – unit independen di luar negeri
o
Sistem
Jaringan : Sistem yang pengembangan dan operasinya berlangsung secara
terintegrasi dan terkoordinasi pada seluruh unitnya.
Menata Ulang Perusahaan
Prinsip – prinsip pengembangan sebuah perusahaan global dan
struktur pendukung sistem informasi :
o
Menata
ulang aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan keunggulan
komparatifnya.
o
Mengembangkan
dan mengoperasikan unit – unit sistem pada setiap tingkat aktivitas perusahaan
regional, nasional dan internasional. Untuk melayani kebutuhan lokal harus
terdapat unit – unit sistem negara asal hingga batas tertentu. Unit sistem
regional harus menangani telekomunikasi dan pengembangan sistem yang melintasi
batas negara yang terjadi dalam kawasan – kawasan geografis utama. Unit – unit
sistem lintas batas negara harus diciptakan untuk membuat hubungan yang
melintasi daerah – daerah regional utama dan mengkoordinasikan pengembangan dan
operasi dari telekomunikasi internasional serta pengembangan sistem
o
Mendirikan
kantor tunggal di kantor pusat dunia yang bertanggung jawab atas pengembangan
sistem internasional
Tantangan bagi manajemen dalam mengembangkan
sistem global :
o
Menyepakati
kebutuhan pengguna bersama
o
Membawa
perubahan kedalam proses bisnis
o
Mengordinasikan
pengembangan aplikasi
o
Mengordinasian
peluncuran peranti lunak
o
Mendorong
pengguna lokal untuk mendukung sistem global
Strategi Sistem Global
Tidak seluruh sistem harus ada diseluruh negara, hanya
beberapa sistem inti yang perlu digunakan secara bersama, dari sudut pandang
kelayakan dan sudut pandang biaya. Sistem Inti ( Core System) merupakan sistem
yang mendukung fungsi – fungsi yang benar – benar penting bagi organisasi.
Dimana sisste yang lainnya harus didikoordinasikan secara parsial karena system
tersebut berbagi lemen penting , tetapi tidak harus benar benar di berbagai
Negara. Untuk system system seperti itu adanya variasi di tingkat local
sesungguhnya dimungkinkan dan justru diinginkan. Sekelompok system akhir
sifatnya tidaklah signifikan sepenuhnya local, dan hanya perlu disesuaikan
dengan kebutuhan local saja.
1. Mendefenisikan proses bisnis inti
o
Menetapkan
proses – proses bisnis yang penting dengan melakukan analisis proses bisnis
o
Mengidentifikasi
pusat keunggulan beberapa bidang atau fungsi bisnis di perusahaan
o
Tentukan
peringkat proses bisnis perusahaan
o
Tentukan
proses yang menjadi aplikasi inti yang dikoordinasikan di pusat, di rancang dan
diterapkan diseluruh dunia dan mana proses yang dapat dibuat dalam skala
regional dan lokal
2. Mengidentifikasi sistem inti untuk
koordinasi terpusat
3.
Memilih pendekatan : Bertahap, Rancangan
Keseluruhan, Evolusioner
4.
Menjelaskan
manfaatnya
Isu Dan Peluang Teknologi Untuk Rantai Nilai Global
Tantangan Teknologi Sistem Global
1.
Platform
Komputasi dan Integrasi Sistem
Bagaimana
agar aplikasi yang dikembangkan dan digunakan oleh divisi – divisi yang
berbeda, orang – orang yang berbeda – beda dan jenis – jenis piranti keras
komputasi yang berbeda dapat di integrasikan
2.
Konektivitas
Merupakan
Kemampuan untuk meghubungkan sistem dan orang – orang pada
perusahaan
global kedalam sebuah jaringan yang terintegrasi.
Masalah
– masalah pada jaringan internasional :
o
Kualitas
layanan
o
Keamanan
o
Biaya
dan tarif
o
Pengelolaan
jaringan
o
Penundaan
dalam pemasangan
o
Kualitas
layanan internasional yang lemah
o
Batasan
– batasan peraturan
o
Kapasitas
Jaringan
3.
Peranti
Lunak
o
Bagaimana
antarmuka sistem lama dengan sistem baru bila masih menggunakan sistem lama
o
Bila
sepenuhnya menggunakan sistem baru bagaimana membuat perangkat lunak yang dapat
digunakan oleh seluruh unit bisnis dari berbagai negara
o
Rancangan
antarmuka manusia
o
Fungsionalitas
sistem
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Sistem informasi adalah
kombinasi dari people, hardware,
software, jaringan komunikasi, sumber-sumber data,
prosedur dan kebijakan yang terorganisasi dengan baik yang dapat menyimpan,
mengadakan lagi, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi dalam suatu
organisasi. Dimana Sistem Informasi dibentuk oleh manusia yang terdiri dari
komponen-komponen tersebut di atas dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan
yaitu menyajikan / mengelola informasi.
Pembicaraan mengenai globalisasi adalah pembicaraan
mengenai topik yang amat luas yang melingkupi aspek mendasar kehidupan manusia
dari budaya, politik, ekonomi dan sosial. Globalisasi di bidang ekonomi kini
menjadi kerangka acuan dan sekaligus contoh yang saat ini paling jelas
menggambarkan bagaimana Pertumbuhan
perdagangan internasional telah mengubah perekonomian lokal diseluruh dunia
dengan begitu hebatnya. Munculnya sistem perekonomian global dipicu oleh
jaringan dan system informasi yang canggih. Tatanan dunia baru berpengaruh
terhadap banyak sekali perusahaan nasional, industri nasional, dan perekonomian
nasional yang dikendalikan oleh para politikus setempat.
Olehnya kita harus mampu bersaing
di duia internasional dengan mengandalkan system informasi internasional. Strategi
dasar yang
perlu diikuti saat membuat sebuah sistem internasional adalah memahami lingkungan global dimana
perusahaan beroperasi yang berarti memahami kekuatan pasar secara keseluruhan,
atau penggerak bisnis, yang mendorong industri ke arah kompetisi global, selanjutnya
memikirkan strategi perusahaan untuk
berkompetensi dalam lingkungan tersebut. Kemudian bagaimana menyusun struktur organisasi sehingga strategi
tersebut dapat dicapai. Selanjutnya adalah isu
– isu manajemen dalam menerapkan strategi dan membuat rancangan organisasi
menjadi dapat direalisasikan. Dan yang terakhir yang perlu diperhatikan adalah teknologi. Meskipun teknologi adalah
faktor penggerak yang penting kearah pasar global namun perlu memiliki strategi
dan struktur perusahaan terlebih dahulu sebelum dapat memilih teknologi yang
tepat secara rasional.
Dalam bisnis internasional, ada
banyak tantangan bisnis yang akan menjadi ancaman bagi sebuah perusahaan yakni
berupa Faktor – factor budaya umum (Teknologi transportasi dan komunikasi
global,
Perkembangan budaya global,
Munculnya norma sosial gloal,
Dasar ilmu pengetahuan global,
dan Stabilitas politik) Yang menyebabkan
internasionaisasi dalam beberapa factor globalisasi bisnis khusus (Pasar Global, Produksi dan Operasi Global,
Kordinasi Global,
Tenaga kerja global,
Skala ekonomi global)