iT's My AmbiTioN

iT's My AmbiTioN
YeaHHhh MoVe

Friday, January 31, 2014

PENGENDALIAN STRATEGI, INOVASI DAN KEWIRAUSAHAAN




MANAJEMEN STRATEGI

a.      Proses Pengendalian Strategi
Pengendalian Organisasi Pengendalian organisasi terdiri dari tiga jenis, yaitu pengendalian strategis, pengendalian manajemen dan pengendalian operasional. Pengendalian strategis merupakan proses dari evaluasi strategi, yang dilakukan baik strategi tersebut dirumuskan dan setelah diimplementasikan. Pengendalian manajemen berfokus pada pencapaian sasaran dari berbagai substrategi bersesuaian dengan strategi utama dan pencapaian sasaran dari rencana jangka menengah. Sedangkan pengendalian operasional berpusat pada kinerja individu dan kelompok yang dibandingkan dengan peran individu dan kelompok yang telah ditentukan oleh rencana organisasi. Masing-masing jenis pengendalian tersebut tidak terpisah dan tidak berbeda secara nyata serta dalam kenyataan mungkin tidak berbeda satu dengan yang lainnya.
Pengendalian strategi menurut Schendel and Hofer berfokus pada dua pertanyaan (1) apakah strategi yang diimplementasikan sebagai yang direncanakan dan (2) apakah hasil yang dibuat oleh strategi merupakan yang diharapkan. Definisi ini merujuk pada kajian tradisional dan langkah umpan balik yang merupakan langkah akhir dari proses manajemen strategis. Model normatif dari proses manajemen strategis yang menggambarkan langkah-langkah utama tersebut mencakup perumusan strategi, implentasi strategi dan evaluasi (pengendalian) strategi.
Ukuran yang besar pada organisasi ada kaitannya dengan hubungan ekonomis.  Pertumbuhan yang makin besar sangat diinginkan karena dengan makin meningkatnya besaran organisasi maka berdampak pada skala ekonomi (economic of scale).  Makin besar organisasi seringkali lebih efisien dalam operasional organisasi tersebut.
Pengendalian strategi berpijak terutama pada proses pengendalian tradisional yang melibatkan kajian dan umpan balik kinerja untuk menentukan rencana, strategi dan sasaran yang telah dicapai dengan menghasilkan informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah atau mengambil tindakan korektif.

B.     Proses Pengendalian Operasional
Sistem pengendalian operasional merupakan pedoman untuk melakukan evaluasi tujuan-tujuan jangka pendek, umumnya jangka waktu satu bulan hingga satu tahun. Terdapat tiga sistem untuk pengendalian operasional yaitu anggaran (budgets), jadwal (schedule), dan faktor penentu keberhasilan (key success factors).
Kemampuan, keterbatasan, dan kebijakan produksi/operasional dapat mendorong atau menghambat pencapaian tujuan secara signifikan. Proses produksi biasanya bernilai 70 % dari total asset perusahaan. Bagian utama dari proses pelaksanaan strategi terjadi dilokasi produksi. Keputusan-keputusan yang terkait dengan produksi mengenai besarnya pabrik, letak pabrik, desain produk, pilihan peralatan, jenis alat-alat, ontrol persediaan dan lain-lain.
Dalam pengendalian operasional perusahaan-perusahaan berteknoligi tinggi, biaya produksi mungkin tidak sepenting fleksibilitas produksi karena sering dibutuhkan perubahan produk yang besar. Dan mereka harus mengandalkan system pengendalian operasional yang cukup fleksibel agar terjadi perubahan berkali-kali dan pengenalan produk baru dengan cepat. Sebuah artikel di Harvard Business Review menjelaskan mengapa beberapa organisasi mengalami kesulitan :
Mereka terlalu lambat menyadari bahwa perubahan dalam strategi produk mengubah tugas-tugas system produksi. Tugas-tugas tersebut, yang dinyatakan dalam hal kebutuhan biaya, fleksibilitas produk, fleksibilitas volume, kinerja produkndan konsistensi produk, menentukan kebijakan manufaktur mana yang paling sesuai.


C.    Proses Pengendalian Kualitas
Kualitas  menjadi faktor dasar keputusan konsumen dalam memilih suatu produk atau jasa, sehingga kualitas merupakan penentu keberhasilan bisnis, pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan memenuhi syarat-syarat dari konsumen, maka perlu dilakukan pengendalian kualitas. Ketika hanya satu karakteristik output dipertimbangkan dalam pengendalian kualitas, maka masalah dapat diselesaikan secara konvensional. Pengendalian kualitas menjadi lebih kompleks ketika banyak karakteristik output yang dipertimbangkan dan masing-masing harus memenuhi spesifikasi tertentu. Kompleksitas pengendalian kualitas sebagai sebuah sistem seringkali menimbulkan konflik diantara beberapa tujuan yang ingin dicapai. Peningkatan pencapaian pada salah satu karakteristik mengakibatkan pengurangan pencapaian karakteristik yang lain, sehingga diperlukan perancangan sistem pengendalian kualitas secara simultan.
Perbaikan yang berkesinambungan pada produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, memberikan keberhasilan usaha dan mengembalikan investasi kepada para pemegang saham dan pemilik perusahaan.

Jenis-jenis pengendalian strategis
Pengendalian strategis (strategic control) merupakan usaha manajemen untuk melacak suatu strategi saat dilaksanakan, mendeteksi masalah-masalah atau perubahan-perubahan dalam asumsi dasarnya, dan membuat penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan. Ada 4 (empat) jenis pengendalian strategis, yaitu :
a.       Pengendalian Premis (premise control), dirancang untuk memeriksa secara sistematis dan terus-menerus apakah prinsip yang mendasari strategi masih berlaku atau tidak.
b.      Pengamatan Strategis (stategic surveillance), dirancang untuk memantau secara luas berbagai peristiwa di dalam dan luar perusahaan yang mungkin sekali mempengaruhi jalan strateginya.
c.       Pengendalian berupa peringatan khusus (special alert control), adalah pemikiran kembali yang teliti, dan kebanyakan cepat dari strategi perusahaan karena sebuah peristiwa yang mendadak dan tidak diharapkan.
d.      Pengendalian atas implementasi (implementation control), dirancang untuk menilai apakah keseluruhan strategi harus diubah dengan mempertimbangkan hasil-hasil yang berkaitan dengan tindakan-tindakan tambahan dalam keseluruhan strategi. Dua jenis dasar pengendalian atas implementasi adalah :
·  Pemantauan daya dorong strategis (strategic thrusts)
·  Pemeriksaan peristiwa penting (milestone reviews)

Metode Balanced Scorecard
Kartu skor berimbang (balanced scorecard) merupakan suatu system manajemen (dan bukan sekadar sistem pengukuran) yang memungkinkan perusahaan memperjelas strategi mereka, menerjemahkan strategi menjadi tindakan, dan menghasilkan umpan balik yang bermanfaat, seperti apakah strategi tersebut menciptakan nilai, berpengaruh terhadap kompetensi inti, memuaskan pelanggan perusahaan, dan menghasilkan penghargaan keuangan untuk para pemegang saham.
Balanced scorecard mengusulkan agar kita melihat organisasi, mengembangkan standar pengukuran, serta mengumpulkan data dan menganalisisnya berdasarkan perspektif berikut :
a.       Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan : Seberapa bagus kita secara terus-menerus meningkatkan dan menciptakn nilai? Scorecard tersebut menekankan pada pengukuran yang berhubungan dengan inovasi dan pembelajaran organisasi untuk menghitung kinerja dalam dimensi ini—kepemimpinan teknologi, waktu siklus pengembangan produk, peningkatan proses operasi, dan seterusnya.
b.      Perspektif proses bisnis : Apakah kompetensi utama kita dan bidang-bidang dari kehebatan operasi? Proses bisnis internal dan pelaksanaannya yang efektif sebagaimana diukur dengan produktivitas, waktu siklus, pengukuran kualitas, periode dan tidak produktif, berbagai pengukuran biaya, dan lainnya, merupakan input scorecard untuk perspektif ini.
c.       Perspektif pelanggan: Seberapa puaskah para pelanggan? Perspektif kepuasan pelanggan secara khusus menambah pengukuran yang berhubungan dengan tingkat kerusakan, pengiriman tepat waktu, dukungan garansi, pengembangan produk, dan lainnya.
d.      Perspektif keuangan: Bagaimana kita melayani para pemegang saham? Perspektif keuangan secara khusus menggunakan pengukuran arus kas, pengembalian atas modal, penjualan, dan pertumbuhan penghasilan.


INOVASI

Inovasi (innovation) merupakan komersialisasi awal penemuan dengan menghasilkan dan menjual suatu produk, jasa, atau proses baru. Ada 2 jenis inovasi, yaitu :
a.            Inovasi inkremental (incremental innovation)
Inovasi inkremental diartikan sebagai perubahan atau penyesuaian sederhana dalam produk, jasa, atau proses yang ada. Dorongan utama dari inovasi inkremental dalam banyak perusahaan selama beberapa tahun terakhir berasal dari program-program yang ditujukan pada peningkatan terus-menerus, pengurangan biaya, dan pengelolaan kualitas.
Six sigma adalah pendekatan terus-menerus lainnya yang digunakan banyak perusahaan untuk memacu peningkatan inovasi dalam bisnis. Six sigma merupakan pendekatan yang tepat dan analitis terhadap kualitas dan peningkatan terus-menerus dengan tujuan meningkatan keuntungan melalui pengurangan barang cacat, menghasilkan peningkatan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan kinerja terbaik di kelasnya.
b.          Inovasi terobosan (breakthrough innovation)
Inovasi terobosan merupakan inovasi dalam hal produk, proses, teknologi, atau biaya terkait hal ini yang menunjukkan lompatan kuantum ke arah perbaikan pada satu atau lebih cara-cara tersebut.
Pendekatan terobosan terhadap inovasi pada dasarnya lebih berisiko daripada pendekatan inovasi inkremental, karena perusahaan-perusahaan yang berkomitmen terhadap inovasi terobosan pertama-tama harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan bagaimana pentingnya suatu proyek terobosan terhadap masa depan perusahaan secara jelas kepada semua karyawan di setiap tingkatan.

Risiko-risiko Terkait Inovasi
a.             Risiko Pasar
Berasal dari ketidakpastian terkait keberadaan suatu pasar, ukurannya, dan tingkat pertumbuhannya bagi produk atau jasa yang dimaksud.
b.         Risiko Teknologi
Berasal dari ketidakpastian mengenai bagaimana teknologi akan berkembang serta kerumitan yang muncul melalui standar teknis dan desain atau pendekatan dominan.

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan adalah proses menggabungkan ide serta tindakan kreatif dan inovatif dengan keahlian manajemen dan organisasi yang diperlukan untuk mengerahkan sumber daya manusia, uang, dan operasi yang tepat untuk mencapai suatu kebutuhan yang dikenali dan menciptakan kekayaan dalam prosesnya.
Tiga elemen penting dalam kewirausahaan, yaitu :
a.                   Peluang
b.                  Tim kewirausahaan
Pengusaha sukses dan tim kewirausahaan membawa beberapa kompetensi dan karakteristik pada perusahaan baru mereka, yaitu kompetensi teknis dan keahlian manajemen bisnis. Beberapa perilaku dan karakteristik psikologis yang biasanya dikaitkan dengan para pengusaha sukses :
·  Komitmen tiada akhir dan kebulatan tekad.
·  Keinginan kuat terhadap pencapaian.
·  Orientasi terhadap peluang dan tujuan.
·  Lokus pengendalian internal.
·  Toleransi terhadap ketidakjelasan dan stres.
·  Keahlian dalam mengambil banyak risiko.
·  Tidak terlalu membutuhkan status dan kekuasaan.
·  Penyelesai masalah.
·  Kebutuhan yang besar akan umpan balik.
·  Kemampuan menghadapi kegagalan.
·  Energi yang tak terbatas, kesehatan yang baik, dan kestabilan emosional.
·  Kreativitas dan inovasi.
·  Intelegensi dan kemampuan konseptual yang tinggi.
·  Visi dan kapasitas untuk mengilhami.
c.                   Sumber daya
·  Pendanaan dengan utang (debt financing), adalah uang yang disediakan untuk perusahaan yang harus dibayar kembali pada suatu waktu. Kewajiban membayar biasanya dijaminkan dengan properti atau peralatan yang dibeli malalui bisnis, atau dari harta pribadi pengusaha.
·  Pendanaan dengan ekuitas (equity financing),  adalah uang yang disediakan untuk perusahaan yang memungkinkan penyedia memiliki hak atau kepemilikan dalam perusahaan dan tidak diharapkan untuk dibayar kembali.

Kewirausahaan dalam Perusahaan (intrapreneurship)
Intrapreneurship adalah proses dan upaya untuk mengidentifikasi, mendorong, memungkinkan, dan membantu terwujudnya kewirausahaan dalam suatu perusahaan besar, dalam rangka untuk menciptakan produk, proses, atau jasa baru yang menjadi aliran penghasilan baru utama dan sumber-sumber penghematan biaya bagi perusahaan.


No comments:

Post a Comment