iT's My AmbiTioN

iT's My AmbiTioN
YeaHHhh MoVe

Sunday, February 9, 2014

PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN DALAM SUATU PERUSAHAAN



             PENGENALAN

Tujuan Pengenalan

Pengenalan memiliki beberapa tujuan, yaitu :
·           Memberikan rasa bangga menjadi anggota perusahaan yang berkualitas
·    Menciptakan kesadaran akan lingkup bisnis perusahaan dan pengaruhnya   terhadap perusahaan lainnya.
·      Memberikan penekanan bahwa keuntungan kompetitif didasarkan pada focus    pelanggan dan pelayanan.
·         Mengurangi kekhawatiran berkaitan dengan pekerjaan baru.
·         Membantu menjelaskan pengembangan kontribusi dari anggota tim.
·         Menjelaskan standar mutu yang menjadi ukuran kinerja.
·         Membangun tanggung jawab bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang dibagi antara karyawan dengan manajemen.
Tujuan pengenalan tersebut menggambarkan bahwa pendekatan proaktif dalam menciptakan program pengenalan efektif. Program the Quality from the Start menggambarkan beberapa dimensi penting dalam program pengenalan. Pertama, pengenalan haruslah melibatkan manajer dari karyawan baru tersebut.Kedua, pentingnya meminta pendapat dari karyawan lama untuk isi program. Ketiga, dai sisi pandangan system, survey tindak lanjut memberikan umpan balik bagi departemen yang dapat memperbaiki pogram. Keempat, membuat modul yang dapat dipakai oleh karyawan lama yang dimutasi.

Program Pengenalan
Para pekerja baru diberikan perluasan program pengenalan dan diberikan penjelasan tentang latar belakang perusahaan dan kebijakan pengembangan SDM. Kepada karyawan baru diberikan beberapa formulir untuk diisi tentang apa yang ia ketahui tentang perusahaan, sehingga lebih mengenal tentang segala sesuatu tentang perusahaan sebab, kegiatan pengenalan adalah untuk menciptakan sikap yang lebih positif dikalangan para pekerja baru.
Progam pengenalan mempunyai dampak lain yang menarik, yaitu para penerima program baru tersebut telah mempelajari pekerjaannya dengan lebih cepat, sehingga lebih banyak pekerja yang mahir menguasai pekerjaannya pada tingkat produktivitas yang ditetapkan
Selain itu, upaya departemen SDMuntuk menyatukan para pekerja baru dengan perusahaan antara lain juga dapat dilakukan dengan program sosialisasi. Program Sosialisasi adalah serangkaian proses yang dilakukan oleh seorang pekerja mulai dari mengerti dan menerima suatu nilai, norma / peraturan dan budaya kerja yang telah ada pada perusahaan.
Sosialisasi sebagai upaya mempertemukan antara budaya organisasi dengan kepribadian para pekerja. Melalui metode formal, seperti program pengenalan dan metode informal, seperti hazing, nilai-nilai perusahaan akan dapat ditransfer kepada para pekerja baru.
Nilai-nilai, kepercayaan dan tradisi dalam perusahaan lambat laun akan diserap, para karyawan melalui pengenalan, pelatihan, dan kelompok kerja. Bahkan para karyawan baru tersebut akan lebih terlibat dalam perusahaan apabila kepuasan kerja, produktivitas, dan stabilitas pekerjaan telah dicapai.

Isi Program Pengenalan dan Tanggung Jawab Pelaksanaan.
Secara resmi program pengenalan berada dibawah tanggung jawab departemen SDM dan para penyelia. Program pengenalan ini dilaksanakan pada karyawan baru karena permasalahan dalam orientasi dapat digolongkan dalam dua kategori besar yaitu
1.      Topik yang menarik perhatian para pegawai baru,
2.      Permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaan khusus.
Menampilkan topik yang biasa ada dalam progam pengenalan, menyangkut masalah perusahaan dan keuntungannya bagi karyawan, adalah masalah umum bagi pegawai baru yng biasanya dijelaskan oleh departemen SDM. Permasalahan perusahaan dan keuntungan tersebut biasanya telah dituangkan dalam sebuah buku panduan karyawan yang menggambarkan kebijakan perusahaan, aturan, regulasi, keuntungan dan data-data lain

Manfaat Program Pengenalan.
Walaupun hasil penelitian terhadap program pengenalan masih terbatas, tetap terdapat beberapa manfaat.Manfaat yang dirasakan kebanyakan berkisar tentang berkurangnya kecemasan karyawan.Hasilnya adalah bahwa karyawan yang mengikuti masa pengenalan dengan baik membutuhkan perhatian lebih kecil dari penyelia dan rekan sekerja, kinerjanya lebih baik, dan lebih kecil kemungkinannya untuk berhenti.

                    PENEMPATAN

Para karyawan baru yang telah selesai menjalankan program orientasi harus segera mendapatkan tempat pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan keahlian yang dimilikinya.Salah satu fungsi MSDM untuk mengurus hal ini adalah placement atau penempatan karyawan.

Penempatan staffingterdiri dari dua cara : (1) karyawan baru dari luar perusahaan dan (2) penugasan ditempat yang baru bagi karyawan lama yang disebut inplacement atau penempatan internal. Sering terjadi penempatan internal tanpa ada orientasi, karena karyawan lama dianggap telah mengetahui segala sesuatu tentang persahaan.


Penempatan adalah penugasan atau penugasan kembali seorang karyawan kepada pekerjaan barunya.

Dalam alur ini, terdapat tiga jenis penting dari penempatan, yaitu :

a.       Promosi
Promosi terjadi apabila seorang karyawan dipindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang lebih tinggi dalam pembayaran, tanggung jawab dan atau level. Umumnya diberikan sebagai penghargaan, hadiah (reward system) atas usaha dan prestasinya dimasa lampau, maka akan muncul dua permasalahan.
Pertama, ketika pembuat keputusan dapat membedakan antara karyawan yang kuat dan yang lemah secara objektif.Pembuat keputusan tidak seharusnya mengikuti prasangka / perasaan pribadinyauntuk mempengaruhi kegiatan promosi. Kalau kegiatan promosi didasarkan pada kepentingan pribadi, SDM perusahaan akan didominasi oleh orang-orang yang tidak berkompeten, dan pada akhirnya kinerja perusahaan akan menurun.

Permasalahan yang kedua adalah Peter Principleatau Prinsip Peter yang menyatakan bahwa secara hierarki manusia cenderung untuk terus meningkatkan tingkat kompetensinya. Meskipun tidak selalu benar, prisip tersebut menyatakan bahwa baiknya kinerja seseorang pada bidang tertentu belum tentu baik juga pada bidang kerja yang lain.

Ada juga model promosi Sistem Senioritas. Dalam beberapa hal, pada umumnya pekerja senior akan dipromosikan telebih dahulu. Maksud senior disini adalah pekerja yang mempunyai masa kerja paling lama diperusahaan tersebut.Kelebihan pendekatan ini adalah adanya prinsip objektif. Karyawan yang akan dipromosikan ditentukan berdasakan catatan senioritas yang ada pada perusahaan.

b.      Tansfer Dan Demosi
Transfer dan demosi adalah dua kegiatan utama penempatan kayawan lainnya yang ada pada perusahaan. Transfer terjadi kalau seorang karyawan dipindahkan dari satu bidang tugas ke bidang tugas lainnya yang tingkatannya hampir sama baik tingkat gaji, tanggung jawab, maupun tingkat stukturalnya.  Demosi terjadi kalau seorang karyawan dipindahkan dari satu posisi ke posisi lainnya yang lebih rendah tingkatannya, baik tingkat gaji, tanggung jawab, maupun tingkat strukturalnya.

c.       Job Posting Programs
Job Posting Programs memberikan informasi kepada karyawan tentang pembukaan lowongan kerja dan persyaratannya.Tujuan program job posting ini adalah untuk memberikan dorongan bagi karyawan yang mencari promosi dan transfer serta membantu departemen SDM dalam mengisi jabatan internal.

Beberapa Masalah Dalam Penempatan

Terdapat tiga hal yang mendasari keputusan penempatan bagi SDM yaitu efektivitas, tuntutan hukum, dan prevensi PHK.

1.      Efektivitas
Efektivitas penempatan harus mampu meminimalisasi kemungkinan terjadinya kekacauan bagi karyawan dan perusahaan.Untuk mengurangi kekacauan, keputusan promosi dan dan transfer harus dibuat sesuai dengan langkah-langkah seleksi.Demosi juga harus dicatat dan mengikuti aturan disipliner. Ketika penempatan ditetapkan, karyawan baru harus mendapatkan pengenalan untuk mengurangi kecemasan dan mempercepat sosialisasi dan proses belajar.

2.      Tuntutan Hukum
Hak perusahaan untuk memberhentikan pekerja setiap saat tanpa sebab menjadi dikenal sebagai doktrin pemberi kerja.Secara sederhana dikatakan bahwa seorang pekerja dapat dipecat dengan alasan apapun termasuk tanpa alasan.

3.      Pencegahan Separasi ( PHK )
Melalui pendekatan proaktif, pengurangan karyawan melalui pengunduan diri secaa sukarela, kematian, layoff dan terminasi dapat dikurangi.
                                                                                
-          Pengunduran Diri Secara  Sukarela.
Pengunduran diri secara sukarela dapat dikurangi dengan meningkatkan kepuasan kerja, pekerjaan yang menantang, supervise yang bermutu tinggi, dan kesempatan untuk tumbuh bagi setiap karyawan.

-          Kematian.
Kematian sebagai sumber pemberhentian kerja adalah salah satu alasan bagi pengembangan HRD untuk meningkatkan kegiatan keamanan kerja, penjagaan kesehatan secara preventif dan rancangan program kenyamanan kerja untuk menjaga kesehatan karyawan.

-          Layoff
Layoff diminimalisasi oleh beberapa perusahaan dengan perencanaan SDM yang cermat. Salah satu metode yang digunakan adalah part-time layoff yang memperbolehkan pengusaha untuk me-layoff karyawannya selama beberapa hari saja disetiap minggunya( hal ini dapat dilakukan terutama untuk pekerjaan disektor produksi, armada angkutan, operator mesin, atau mengurangi bekerja secara shift ).

-          Terminasi
Hasil penelitian tentang mengapa seseorang diberhentikan kerja : alasan-alasannya : tidak kompeten (35%), tidak cocok dengan rekan kerjanya (10%), tidak jujur atau dusta (20%), sikap-sikap yang negatif (15%), tidak ada motivasi (10%), gagal atau menolak perintah (5%), dan tidak disiplin (5%).

No comments:

Post a Comment