PENGENALAN
Tujuan Pengenalan
Pengenalan memiliki beberapa tujuan, yaitu :
·
Memberikan rasa bangga
menjadi anggota perusahaan yang berkualitas
· Menciptakan kesadaran akan
lingkup bisnis perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan lainnya.
· Memberikan penekanan bahwa
keuntungan kompetitif didasarkan pada focus pelanggan dan pelayanan.
·
Mengurangi kekhawatiran
berkaitan dengan pekerjaan baru.
·
Membantu menjelaskan
pengembangan kontribusi dari anggota tim.
·
Menjelaskan standar mutu
yang menjadi ukuran kinerja.
·
Membangun tanggung jawab
bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang dibagi antara karyawan dengan
manajemen.
Tujuan pengenalan tersebut menggambarkan bahwa pendekatan
proaktif dalam menciptakan program pengenalan efektif. Program the Quality from the Start menggambarkan
beberapa dimensi penting dalam program pengenalan. Pertama, pengenalan haruslah
melibatkan manajer dari karyawan baru tersebut.Kedua, pentingnya meminta
pendapat dari karyawan lama untuk isi program. Ketiga, dai sisi pandangan
system, survey tindak lanjut memberikan umpan balik bagi departemen yang dapat
memperbaiki pogram. Keempat, membuat modul yang dapat dipakai oleh karyawan
lama yang dimutasi.
Program Pengenalan
Para pekerja baru diberikan perluasan program pengenalan dan
diberikan penjelasan tentang latar belakang perusahaan dan kebijakan
pengembangan SDM. Kepada karyawan baru diberikan beberapa formulir untuk diisi
tentang apa yang ia ketahui tentang perusahaan, sehingga lebih mengenal tentang
segala sesuatu tentang perusahaan sebab, kegiatan pengenalan adalah untuk
menciptakan sikap yang lebih positif dikalangan para pekerja baru.
Progam pengenalan mempunyai dampak lain yang menarik, yaitu
para penerima program baru tersebut telah mempelajari pekerjaannya dengan lebih
cepat, sehingga lebih banyak pekerja yang mahir menguasai pekerjaannya pada
tingkat produktivitas yang ditetapkan
Selain itu, upaya departemen SDMuntuk menyatukan para
pekerja baru dengan perusahaan antara lain juga dapat dilakukan dengan program
sosialisasi. Program Sosialisasi adalah serangkaian proses yang dilakukan oleh
seorang pekerja mulai dari mengerti dan menerima suatu nilai, norma / peraturan
dan budaya kerja yang telah ada pada perusahaan.
Sosialisasi sebagai upaya mempertemukan antara budaya
organisasi dengan kepribadian para pekerja. Melalui metode formal, seperti
program pengenalan dan metode informal, seperti hazing, nilai-nilai perusahaan
akan dapat ditransfer kepada para pekerja baru.
Nilai-nilai, kepercayaan dan tradisi dalam perusahaan lambat
laun akan diserap, para karyawan melalui pengenalan, pelatihan, dan kelompok
kerja. Bahkan para karyawan baru tersebut akan lebih terlibat dalam perusahaan
apabila kepuasan kerja, produktivitas, dan stabilitas pekerjaan telah dicapai.
Isi Program Pengenalan dan
Tanggung Jawab Pelaksanaan.
Secara resmi program pengenalan berada dibawah tanggung
jawab departemen SDM dan para penyelia. Program pengenalan ini dilaksanakan
pada karyawan baru karena permasalahan dalam orientasi dapat digolongkan dalam dua
kategori besar yaitu
1. Topik yang menarik perhatian para pegawai baru,
2. Permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaan khusus.
Menampilkan topik yang biasa ada dalam progam pengenalan,
menyangkut masalah perusahaan dan keuntungannya bagi karyawan, adalah masalah
umum bagi pegawai baru yng biasanya dijelaskan oleh departemen SDM.
Permasalahan perusahaan dan keuntungan tersebut biasanya telah dituangkan dalam
sebuah buku panduan karyawan yang menggambarkan kebijakan perusahaan, aturan,
regulasi, keuntungan dan data-data lain
Manfaat Program Pengenalan.
Walaupun hasil penelitian terhadap program pengenalan masih
terbatas, tetap terdapat beberapa manfaat.Manfaat yang dirasakan kebanyakan
berkisar tentang berkurangnya kecemasan karyawan.Hasilnya adalah bahwa karyawan
yang mengikuti masa pengenalan dengan baik membutuhkan perhatian lebih kecil
dari penyelia dan rekan sekerja, kinerjanya lebih baik, dan lebih kecil
kemungkinannya untuk berhenti.
PENEMPATAN
Para karyawan baru yang telah selesai menjalankan program
orientasi harus segera mendapatkan tempat pekerjaan yang sesuai dengan bakat
dan keahlian yang dimilikinya.Salah satu fungsi MSDM untuk mengurus hal ini
adalah placement atau penempatan
karyawan.
Penempatan staffingterdiri
dari dua cara : (1) karyawan baru dari luar perusahaan dan (2) penugasan
ditempat yang baru bagi karyawan lama yang disebut inplacement atau penempatan internal. Sering terjadi penempatan
internal tanpa ada orientasi, karena karyawan lama dianggap telah mengetahui
segala sesuatu tentang persahaan.
Penempatan adalah penugasan atau penugasan kembali seorang
karyawan kepada pekerjaan barunya.
Dalam alur ini, terdapat tiga jenis penting dari penempatan,
yaitu :
a. Promosi
Promosi terjadi apabila
seorang karyawan dipindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang lebih
tinggi dalam pembayaran, tanggung jawab dan atau level. Umumnya diberikan
sebagai penghargaan, hadiah (reward
system) atas usaha dan prestasinya dimasa lampau, maka akan muncul dua
permasalahan.
Pertama, ketika pembuat
keputusan dapat membedakan antara karyawan yang kuat dan yang lemah secara
objektif.Pembuat keputusan tidak seharusnya mengikuti prasangka / perasaan
pribadinyauntuk mempengaruhi kegiatan promosi. Kalau kegiatan promosi didasarkan
pada kepentingan pribadi, SDM perusahaan akan didominasi oleh orang-orang yang
tidak berkompeten, dan pada akhirnya kinerja perusahaan akan menurun.
Permasalahan yang kedua
adalah Peter Principleatau Prinsip
Peter yang menyatakan bahwa secara hierarki manusia cenderung untuk terus
meningkatkan tingkat kompetensinya. Meskipun tidak selalu benar, prisip
tersebut menyatakan bahwa baiknya kinerja seseorang pada bidang tertentu belum
tentu baik juga pada bidang kerja yang lain.
Ada juga model promosi
Sistem Senioritas. Dalam beberapa hal, pada umumnya pekerja senior akan
dipromosikan telebih dahulu. Maksud senior disini adalah pekerja yang mempunyai
masa kerja paling lama diperusahaan tersebut.Kelebihan pendekatan ini adalah
adanya prinsip objektif. Karyawan yang akan dipromosikan ditentukan berdasakan
catatan senioritas yang ada pada perusahaan.
b. Tansfer Dan Demosi
Transfer dan demosi adalah
dua kegiatan utama penempatan kayawan lainnya yang ada pada perusahaan.
Transfer terjadi kalau seorang karyawan dipindahkan dari satu bidang tugas ke
bidang tugas lainnya yang tingkatannya hampir sama baik tingkat gaji, tanggung
jawab, maupun tingkat stukturalnya.
Demosi terjadi kalau seorang karyawan dipindahkan dari satu posisi ke
posisi lainnya yang lebih rendah tingkatannya, baik tingkat gaji, tanggung
jawab, maupun tingkat strukturalnya.
c. Job Posting Programs
Job Posting Programs
memberikan informasi kepada karyawan tentang pembukaan lowongan kerja dan
persyaratannya.Tujuan program job posting
ini adalah untuk memberikan dorongan bagi karyawan yang mencari promosi dan
transfer serta membantu departemen SDM dalam mengisi jabatan internal.
Beberapa Masalah Dalam Penempatan
Terdapat
tiga hal yang mendasari keputusan penempatan bagi SDM yaitu efektivitas,
tuntutan hukum, dan prevensi PHK.
1. Efektivitas
Efektivitas penempatan
harus mampu meminimalisasi kemungkinan terjadinya kekacauan bagi karyawan dan
perusahaan.Untuk mengurangi kekacauan, keputusan promosi dan dan transfer harus
dibuat sesuai dengan langkah-langkah seleksi.Demosi juga harus dicatat dan
mengikuti aturan disipliner. Ketika penempatan ditetapkan, karyawan baru harus
mendapatkan pengenalan untuk mengurangi kecemasan dan mempercepat sosialisasi
dan proses belajar.
2. Tuntutan Hukum
Hak perusahaan untuk
memberhentikan pekerja setiap saat tanpa sebab menjadi dikenal sebagai doktrin
pemberi kerja.Secara sederhana dikatakan bahwa seorang pekerja dapat dipecat
dengan alasan apapun termasuk tanpa alasan.
3. Pencegahan Separasi ( PHK )
Melalui pendekatan
proaktif, pengurangan karyawan melalui pengunduan diri secaa sukarela,
kematian, layoff dan terminasi dapat
dikurangi.
-
Pengunduran Diri Secara Sukarela.
Pengunduran diri secara
sukarela dapat dikurangi dengan meningkatkan kepuasan kerja, pekerjaan yang
menantang, supervise yang bermutu tinggi, dan kesempatan untuk tumbuh bagi
setiap karyawan.
-
Kematian.
Kematian sebagai sumber
pemberhentian kerja adalah salah satu alasan bagi pengembangan HRD untuk
meningkatkan kegiatan keamanan kerja, penjagaan kesehatan secara preventif dan
rancangan program kenyamanan kerja untuk menjaga kesehatan karyawan.
-
Layoff
Layoff diminimalisasi oleh
beberapa perusahaan dengan perencanaan SDM yang cermat. Salah satu metode yang
digunakan adalah part-time layoff
yang memperbolehkan pengusaha untuk me-layoff
karyawannya selama beberapa hari saja disetiap minggunya( hal ini dapat
dilakukan terutama untuk pekerjaan disektor produksi, armada angkutan, operator
mesin, atau mengurangi bekerja secara shift ).
-
Terminasi
Hasil penelitian tentang mengapa
seseorang diberhentikan kerja : alasan-alasannya : tidak kompeten (35%), tidak
cocok dengan rekan kerjanya (10%), tidak jujur atau dusta (20%), sikap-sikap
yang negatif (15%), tidak ada motivasi (10%), gagal atau menolak perintah (5%),
dan tidak disiplin (5%).
No comments:
Post a Comment