Pembahasan ini memperkenalkan kita
dengan subjek dan kemudian mulai membangun dasar yang diperlukan untuk
pengambilan keputusan di bawah ketidakpastian, yang merupakan pusat pembahasan
Dalam bisnis hasil keputusan biasanya
jauh dari tertentu karena pembuat keputusan memiliki informasi lengkap dan
hasilnya tergantung pada perilaku simultan perusahaan saingan dan faktor-faktor
lain yang mempengaruhi biaya yang mendasari dan kondisi permintaan. Apabila
hasil keputusan tidak dapat diprediksi dengan pasti, kita mengatakan bahwa
keputusan dibuat dalam kondisi risiko atau ketidakpastian. Dalam bagian ketiga
kami memperkenalkan analisis diharapkan nilai-untuk memungkinkan evaluasi yang
tepat dari keputusan yang harus dibuat dalam kondisi risiko dan ketidakpastian.
Masalah bisnis biasanya memiliki beberapa
solusi. Artinya, biasanya ada beberapa keputusan yang berbeda yang mungkin
diambil untuk mengatasi masalah perusahaan untuk tingkat yang lebih besar atau
lebih kecil. Yang keputusan yang optimal? Ini akan tergantung pada perusahaan
tujuan-apakah itu ingin memaksimalkan penjualan, pangsa pasar, keuntungan,
kekayaan bersih, rekreasi manajemen, atau apa?
Ekonomi manajerial berkaitan dengan
penerapan prinsip-prinsip ekonomi dan metodologi untuk proses pengambilan
keputusan dalam perusahaan atau organisasi.
A. Definisi dari kata
Manajemen
1. Pengertian Manajemen Evan
J Douglas
Evan J. Douglas (1995) memberi penertian ekonomi manajerial sebagai berikut: Ekonomi
manajerial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penerapan
prinsip-prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan
perusahaan atau organisasi.
Manajemen adalah suatu
seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan
keterampilan khusus.
Faktor atau Elemen
Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Usaha atau Bisnis Umum
I. Dunia Usaha atau
Bisnis Umum Secara Tidak Langsung
Dalam dunia usaha
terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada
suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung
memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau
daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda.
Faktor lingkungan yang
mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen
pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain.
Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan
mempengaruhi kondisi dunia usaha.
1. Variabel Sosial
- Faktor
demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk
suatu wilayah atau area.
-
Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi,
dan lain sebagainya.
- Faktor nilai sosial :
adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.
2. Variabel Ekonomi
Berkaitan erat dengan
indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi,
produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan
internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.
3. Variabel Politik
Faktor-faktor yang
terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.
4. Variabel Teknologi
Kemajuan di bidang
teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat
sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti
perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang
terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah
menjadi lebih efektif dan efisien.
II. Dunia Usaha atau Bisnis Umum Secara Langsung
Dalam dunia usaha
terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh
secara langsung, yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal
stakeholder (pihak dalam) :
A. Pihak Internal Dunia
Usaha
1. Karyawan
Dengan memiliki sumber
daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju.
2. Pemegang Saham dan
Dewan Direksi
Adalah dua bagian
penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana
para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan
dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.
B. Pihak Eksternal Dunia
Usaha
1. Pelanggan / Konsumen
Konsumen dapat dibagi
atau dibedakan menjadi 2, yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen
lembaga/perusahaan/bisnis. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk
barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan.
2. Pemasok / Suplier /
Suplayer
Membatu perusahaan untuk
mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output
yang memiliki nilai tambah.
3. Pemerintah
Lembaga yang membuat
undang-undang, kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara
atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan.
4. Serikat Pekerja
Berkaitan dengan hal-hal
yang berhubungan dengan pekerja seperti upah, jam kerja, fasilitas, kondisi
kerja, dan sebagainya
5. Pesaing / Rival
Semakin kuat pesaing
kita maka akan mengurangi omset perusahaan, sehingga perlu secara terus menerus
melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar.
6. Lembaga Keuangan
Contohnya seperti bank,
asuransi, leasing atau sewa guna, dan lain sebagainya yang membantu perusahaan
dalam mengelola keuangannya.
7. Lembaga Konsumen
Lembaga ini akan
membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya. Jika ada masalah antara konsumen
dengan produk perusahaan, maka lembaga konsumen akan membantu konsumen.
8. Kelompok Khusus
Contohnya seperti
kelompok sosial, kelompok pecinta alam, dan lain-lain
9. Pihak yang
Berkepentingan Lain
Memperhatikan lembaga
atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan. Jika kita
terjun ke dalam bisnis rumah sakit, maka kelompok dokter, paramedis, pasien,
dan lainnya harus diperhatikan.
Macam dan Jenis Manajer
atau Manajemen
A. Berdasarkan Level
atau Tingkatan
Pada umumnya manajer
memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari
sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :
1. Manajer Puncak / Top
Manager
Tanggung jawab dari
manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu
perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi
yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang
melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah.
2. Manajer Menegah /
Middle Manager
Manajer tingkat menengah
berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas
mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh
manajer tingkat atas atau puncak.
3. Manajer Lini Pertama
/ First-Line Manager
Manajer tingkat bawah
ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan
strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan
menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil
dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.
B. Berdasarkan Sikap
Globalisasi Internasional
Berdasarkan sikap dan
perilaku para manajer internasional dapat dibedakan menjadi beberapa macam,
yaitu :
1. Ethnocentric Manager
/ Manajer Etnosentris
Ethnocentric Manager
adalah manajer yang memiliki anggapan atau persepsi bahwa budaya dan perilaku
kerja di negara tempat asalnya jauh lebih baik daripada tempat lain. Contohnya
adalah di mana para manajer asing lebih suka memberikan kesempatan jenjang
karir pada pekerja asing saja sehingga menimbulkan diskriminasi.
2. Polycentric Manager /
Manajer Polisentris
Polycentric Manager
adalah manajer yang menggangap bahwa pekerja asing dan pekerja lokal memiliki
perbedaan yang cukup jauh dan tenaga kerja dalam negeri lebih memiliki daya
saing dan skill di lapangan.
3. Geocentric Manager /
Manajer Geosentris
Geocentric Manager memiliki
suatu anggapan yang lebih realistik dibanding kedua jenis manajer di atas.
Manajer geosentris memahami bahwa terdapat kekurangan dan kelebihan pada budaya
yang ada sehingga perlu dibuat adanya penyesuaian budaya dengan memnggabungkan
keduanya untuk membentuk budaya yang baru yang lebih kuat dan efektif.
Pengertian Pasar dan
Faktor Produksi
Dalam pengertian yang
sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli
(penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi
pada waktu dan tempat tertentu.Definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton
adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang
untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
Pada umumnya suatu
transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat
transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang
bertransaksi.Kegiatan faktor produksi adalah kegiatan yang melakukan proses,
pengolahan, dan mengubah faktor-faktor produksi dari yang tidak/kurang
manfaat/gunanya menjadi memiliki nilai manfaat yang lebih. Faktor- Faktor
produksi yang umumnya digunakan adalah tenaga kerja, tanah, dan modal.
Kelangkaan pada suatu faktor produksi biasanya akan menyebabkan kenaikan harga
faktor produksi tersebut.
Pusat
studi ekonomi manajerial adalah konsep keuntungan yang berkaitan dengan
penerapan prinsip-prinsip ekonomi dan metodologi untuk proses pengambilan
keputusan dalam perusahaan atau organisasi. Laba didefinisikan sebagai
kelebihan pendapatan terhadap biaya. Untuk sebuah lembaga nirlaba, kelebihan
pendapatan atas biaya disebut surplus. Jika biaya melebihi pendapatan terjadi
kerugian, yang dikenal sebagai defisit di sektor nirlaba.
No comments:
Post a Comment