Dalam dunia bisnis, Setiap usaha dari yang paling
kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses
produksi, distribusi, dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen
yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku
yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak
efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas. Hal inipun penting, dalam menghindari risiko manajemen yang dapat
menyebabkan kegagalan bisnis yang dijalani. Maka dari itu ilmu manajemen
merupakan pokok yang penting dalam berbisnis sebab sedikit kesalahan dalam
manajemen akan berakibat fatal kedepannya.
Dalam memulai usaha, setiap calon entrepreneur
umumnya akan mengalami banyak permasalahan. Banyak kegagalan terjadi karena
kurangnya kreativitas, kepemimpinan, dan pembuatan keputusan yang salah.
Kreativitas bersifat "berpikir keluar dari kotak" atau kemampuan
melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari
alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha dalam menggapai
tingkat keberhasilan.
Manajemen merupakan Sebuah
Proses Yang Dilakukan Untuk Mewujudkan Tujuan Organisasi Melalui Rangkaian
Kegiatan Berupa Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Dan Pengendalian
Orang-orang Serta Sumber Daya Organisasi Lainnya (Nickels, Mchugh And Mchugh
,1997). Tak akan ada suatu organisasi yang berhasil dalam
mencapai tujuanya tampa menggunakan manajemen secara efektif dan efesien,
Manajemen dapat
memberikan nilai efektifitas bagi setiap usaha-usaha manusia, dan Manajemen dapat
menjamin pencapaian hasil usaha yang maksimal.
Konsep Dasar Manajemen
1. Identitas
manajemen :
a. Sebagai suatu
hal yang ada karena dapat dipelajari,
b. Sebagai suatu
proses karena umumnya meliputi kegiatan : perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, penggerakan dan pengawasan secara berkelanjutan,
c. Dapat diketahui
hanya dari hasilnya saja (intangible),
d. Sebagai suatu
alat untuk mencapai tujuan (hasil)
2. Prinsip
Manajemen:
a. Berguna bagi
para manajer dalam usaha menghindari berbagai kesalahan umum dalam pekerjaanya,
b. Bersifat
fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang dalam lingkungan
organisasi.
3. Sasaran
manajemen:
Sasaran
manajemen sangat penting oleh karena itu harus dibuat dengan jelas dan tegas
karena jika tidak (kurang) jelasnya maka akan mempersulit tugas-tugas manajer.
4.
Fungsi
Operasional dalam Manajemen,
ada beberapa jenismenejemen yaitu :
·
Manajemen
Sumber Daya Manusia
·
Manajemen
Pemasaran
·
Manajemen
Operasi/Produksi
·
Manajemen
Keuangan
·
Manajemen
Informasi
KONSEP
DASAR MENEJEMEN KEUANGAN
SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN
KEUANGAN
Awal abad 19 sekitar tahun
1900 :
a.
Istilah
manajemen keuangan mulai muncul di Amerika Serikat yang mana industrinya telah
berkembang pesat mengakibatkan persoalan baru yaitu bagaimana dan
darimana memperoleh kebutuhan dan untuk membiayai operasi perusahaan sehingga
muncullah manajemen keuangan.
b.
Manajemen
keuangan waktu itu suatu bidang ilmu yang terpisah dari ilmu-ilmu lainnya yang
menekankan diri dari aspek-aspek hukum yang biasanya muncul pada perusahaan,
aspek yang masalah merjer, pendataan, perluasan perusahaan, pembentukan
perusahaan baru , tata cara go public dan penjualan surat-surat berharga.
Tahun 1929 s.d. 1933:
a.
Perkembangan
bisnis tsb di atas belum dilakukan dengan sempurna dan tidak diimbangi dengan
peningkatan daya beli masyarakat.
b.
Regulasi
yang mengatur aktivaitas perusahaan terlambat diterapkan sehingga terjadi
kelesuan perekonomian (resisi) sehingga pemerintah mengalami kesulitan
yang serius yang mengakibatkan kegagalan bisnis di berbagai sektor;
c.
Pada
waktu itu peranan manajemen keuangan memfokuskan analisisnya pada
masalah-masalah kebangkrutan dan reorganisasi. Likuiditas perusahaan dan
peraturan-peraturan tentang surat-surat berharga yang ditawarkan di pasar
modal menjadi prioritas pengelolaan keuangan. Pada masa inilah manajemen
keuangan telah bergeser perannya dari masa pencairan dana untuk pembiayaan
dalam melakukan merger, konsolidasi dan pendirian perusahaan baru ke masalah struktur
modal yang menganalisis perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal
sendiri. Hal itu membuktikan bahwa manajemen keuangan tidak hanya mencari dana,
tetapi lebih jauh dari itu yaitu bagaimana komposisi dana harus diperoleh agar
mendapatkan modal dengan biaya yang minimal (tercapai struktur modal yang
optimum)
Tahun 1940 s.d. 1950-an:
a. Dipelajari oleh masyarakat luas.
b. Manajemen keuangan tidak hanya
mengatur masalah bagaimana memperoleh dana dan struktur modalnya, namun telah
mempelajari bagaimana menggunakan dana secara efektif dan efisien.
c. Manajemen keuangan dimaksudkan untuk
menghitung secara rinci keadaan keuangan perusahaan, sehingga dapat dianalisis
besarnya laba yang diperoleh dan besarnya nilai perusahaan yang tercermin pada
harga saham-sahamnya.
Tahun 1960 s.d. 1970:
a. Ilmu manajemen keuangan mengalami
suatu pembaharuan pada sisi hutang (liability) dan modal sendiri yang
berada disisi kanan laporan neraca.
b. Memfokuskan pada penetapan kebijakan
dan pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Ada 2
pusat perhatian yang diutamakan.
·
kombinasi
optimal dari surat-surat berharga.
·
cara-cara
bagaimana investor secara individu mengambil keputusan-keputusan investasi,
teori porto folio, dan imp likasinya terhadap keuangan perusahaan.
Pada awal tahun 1966, perekonomian dunia dilanda inflasi,
sehingga pasar keuangan melakukan kebijakan yang sangat ketat dan tingkat biaya
memperoleh dana yang tinggi.
Dalam menghadapi kondisi seperti ini ilmu manajemen keungan memiliki 4 bidang
tugas pokok.
1. pengendalian arus kas dan arus fisik
barang.
2. mencoba menghubungkan antara
keputusan keuangan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya.
3. dikaitkannya perencanaan dan
pengendalian keuangan dan faktor-faktor perubahan lingkungan eksternal.
4. manajemen keuangan tidak hanya
berlanggung jawab terhadap pengelolaan arus kas, tetapi juga mengontrol
pusat-pusat laba yang ada dari seluruh operasi perusahaan. Para eksekutif
keuangan harus dapat mengevaluasi aspek dari operasi perusahaan untuk mencapai
tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
Tahun 1970-an sampai awal abad 21
a. Berkembang dengan pesat
b. Terus berkembang dengan munculnya
inovasi baru dalam pembiayaan seperti Leasing dan pertumbuhan perusahaan secara
eksternal melalui konglomerasi, merjer, akuisisi
c. Ilmu manajemen keuangan terus
berkembang menjadi suatu ilmu yang tidak dapat dilepaskan dari bagian suatu
proses pengambilan keputusan oleh hampir semua perusahaan.
KONSEP
MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan adalah segala aktivitas dengan
perolehan,pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh.
Oleh karena itu, fungsi pembuatan keputusan dari manajemen keuangan dapat
dibagi menjadi tiga area utama: keputusan sehubungan investasi, pendanaan, dan
manajemen aktiva.
Tujuan perusahaan
Manajemen keuangan yang efisien mebutuhkan adanya tujuan dan sasaran, yang
digunakan sebagai standar dalam memberikan penilaian keefisienan keputusan
keuangan. Tujuan perusahaan adalah maksimalisasi kesejahteraan pemilik perusahaan.
Banyaknya saham yang dimiliki menunjukan bukti kepemilikan dalam perusahaan.
Kesejahteraan pemegang saham ditunjukan melalui harga pasar perusahaan, yang
juga merupakan refleksi dari keputusan investasi, pendanaan dan aktiva
manajemen. kesuksesan keputusan suatu bisnis dinilai berdasarkan dampak yang
ditimbulkan terhadap harga saham.
Manajemen keuangan adalah menejemen terhadap fungsi-fungsi
keuangan.Sedangkan fungsi keuangan adalah kegiatan utama yang harus dilakukan
oleh mereka yang bertanggung jawab dalam bidang tertentu. Fungsi menejemen
keuangan adalah menggunakan dana dan menempatkan dana.
Manajemen dalam bisnis perusahaan terdiri dari beberapa
individu yang di kelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu :
1. kelompok manajemen tingkat pelaksana
( operational menegement ), meliputi para supervisor.
2. Kelompok manajemen menengah meliputi
kepala department, manajer devisi, dan manager cabang.
3. Manajemen eksekutif atau disebut
juga manajemen puncak eksekutif sebagai penanggung jawab dari fungsi-fungsi :
pemasaran, pembelanjaan, produksi, pambiyaan, dan akutansi. Manajemen eksekutif
secara prinsipil berkenaan dengan pembuatan keputusan jangka panjang, manajeman
menengah berkaitan dengan keputusan jangka menengah, dan manajemen operasional
berkaitan dengan keputusan jangka pendek.
Konsep Manajemen dapat digambarkan dalam kalimat seperti “
membuat keputusan, memberi perintah, menetapkan kebijakan, menyeediakan
pekerjaan dan system reward ( imbalan ) dan mempekerjakan oaring untuk
melaksanakan kebijakan”. Manajemen menetapkan tujuan yang akan dicapai dengan
mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan kecakapan dan pengalaman
personil. supaya berhasil, manajemen harus melaksanakan secara efektif
fungsi-fungsi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.Perencanaan dan
pengorganisasian fungsi utama manajemen manajemen eksekutif, sedangkan
pengawasan merupakan fungsi operasioanal.Pelaksanaan ketiga fungsi uatama tadi
perlu keterlibatan dari tiap tingkatan manajemen.
Manajemen memiliki tiga tahapan penting yaitu tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penelitian, ketiga tahap tadi apabila
diterapkandalam manajemen keuangan adalah menjadi tahap perencanaan keuangan
dan tahap pelaksanaan dan tahap penilaian.
Peramalan keuangan
Peramalan keuangan dalam manajemen keuangan digunakan untuk
memperkirakan kebutuhan keuangan dimasa yang akan datang. Jika manajemen
keuangan tidak mencoba untuk mengantisipasi kebutuhan pembiayaan masa depan
perusahaannya, maka krisis akan terjadi setiap kali penerimaan kas lebih kecil
dari pengeluaran kas.perencanaan yang baik ditujukan untuk mengantisipasi dan
mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi kondisi masa depan,dimana, ketika
perusahaan harus membutuhkan adanya pembiayaan tambahan, dan juga ketika
perusahaan tidak mampu menghasilkan pemasukan kas
PENGERTIAN
MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen Keuangan (Financial Management), atau dalam literatur lain
disebut pembelanjaan, adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan
dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai
tujuan perusahaan secara menyeluruh' Dengan kata lain manajemen keuangan
merupakan manajemen (pengelolaan) mengenai bagaimana memperoleh aset, mendanai
aset dan mengelola aset untuk mencapai tujuan perusahaan. Dari definisi
tersebut ada 3 (tiga) fungsi utama dalam manajemen keuangan yairu:
a. Keputusan Investasi (investment
Decision)
Investasi diartikan sebagai penanaman modal perusahaan.
Penanaman modal dapat dilakukan pada aktiva riil ataupun aktiva finansial.
Aktiva riil merupakan aktiva yang bersifat fisik atau dapat dilihat jelas
secara fisik, misalnya persediaan barang, gedung, tanah dan bangunan sedangkan.
aktiva finansial merupakan aktiva yang berupa surat-surat berharga
seperti saham dan obligasi. Aktiva-aktiva yang dimiliki perusahaan akan digunakan
dalam operasinya untuk mencapai tujuan perusahaan. Kemampuan perusahaan
mengelola aktiva tersebut sangat menentukan kemampuan perusahaan memperoleh
laba yang diinginkan.
Pengambilan keputusan yang keliru dalam investasi aktiva
tersebut berakibat terganggunya pencapaian tujuan perusahaan. Keputusan
investasi merupakan keputusan terhadap aktiva apa yang akan dikelola oleh
perusahaan. Keputusan investasi ini merupakan keputusan yang paling penting,
Hal ini karena keputusan investasi ini berpengaruh secara langsung terhadap
besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk waktu-waktu
yang akan datang. Rentabilitas investasi (return on investment) merupakan
kemampuan perusahaan memperoleh laba yang dihasilkan dari suatu investasi. Keputusan
investasi yang dilakukan perusahaan dilakukan dengan beberapa langkah.
1. Manajer keuangan perlu menetapkan
berapa aset secara keseluruhan (total assets) yang diperlukan dalam
perusahaan.
2. Dari aset yang diperlukan perlu
ditetapkan komposisi dari aset-aset tersebut yaitu berapa jumlah aktiva lancar (current
assets) dan berapa jumlah aktiva tetap (fixed assets). Aktiva lancar
dirinci lagi menjadi berapa jumlah kas, piutang dan persediaan. Aktiva tetap
dirinci lagi misalnya berapa jumlah alat kantor, kendaraan, mesin, gedung dan
tanah.
3. Unfuk mencapai pemanfaatan aset
secara optimal maka aset-aset yang tidak ekonomis lagi perlu dikurangi,
dihilangkan atau diganti dengan aset yang baru.
b. Keputusan Pendanaan (Financing
Decision)
Keputusan pendanaan menyangkut beberapa
hal:
a.
keputusan
mengenai penetapan sumber dana yang diperlukan untuk membiayai investasi.
Sumber dana yang akan digunakan untuk membiayai investasi tersebut dapat berupa
hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal sendiri.
b.
penetapan
tentang perimbangan pembelanjaan yang terbaik atau sering disebut struktur
modal yang optimum. Struktur modal optimum merupakan perimbangan hutang jangka
panjang dan modal sendiri dengan biaya modal rata-rata minimal. Oleh karena
itu, perlu ditetapkan apakah perusahaan menggunakan sumber modal ekstern yang
berasal dari hutang dengan menerbitkan obligasi, atau menggunakan modal sendiri
dengan menerbitkan saham baru sehingga beban biaya modal yang ditanggung
perusahaan minimal. Kekeliruan dalam pengambilan keputusan pendanaan ini akan
berakibat biaya yang ditanggung tidak minimal.
Biaya
modal berupa bunga lebih mudah ditetapkan karena sifatnya akan tetap selama
umur hutang (obligasi). Sedangkan penentuan tentang dividen yang dibayarkan
kepada pemegang saham memerlukan kebijakan (policy) tersendiri. Perlu
ditambahkan bahwa kebijakan dividen (dividend policy) harus dianggap sebagai
bagian terpadu dari keputusan pendanaan perusahaan. Rasio pembayaran dividen
(dividend payout ratio) atau rasio antara dividen yang dibayarkan
dibanding laba yang diperoleh, menentukan jumlah laba yang dapat ditahan (retained
earning). Semakin besar laba ditahan berarti semakin kecil dana yang
tersedia untuk pembayaran dividen. Sebaliknya, semakin kecil laba yang ditahan
maka semakin besar laba yang dibagi untuk pembayaran dividen.
c. Keputusan Pengelolaan Aset (Assets
Management Decision)
Manajer
keuangan yang konservatif akan mengalokasikan dananya sesuai dengan jangka
waktu aset yang didanai. Misalnya aktiva lancar akan didanai dari hutang lancar
yang jangka waktunya lebih panjang dari usia aktiva lancar dan sebagian
hutang jangka panjang.
Aktiva
tetap yang tidak disusutkan seperti tanah akan dibiayai dengan modal sendiri
dan laba perusahaan atau laba ditahan, sedangkan aset yang disusutkan seperti
bangunan dan mesin serta peralatan dapat dibiayai dengan hutang jangka panjang
dan modal sendiri.
Hutang
jangka panjang yang digunakan untuk membiayai aktiva yang disusutkan tersebut
jangka waktu pengembaliannya lebih panjang dari umur ekonomis aktiva yang
dibiayai. Hal ini untuk mengurangi resiko kegagalan dalam pengembalian hutang
perusahaan
Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang
berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa
tujuan menyeluruh. (Van Horne, 2012). Dimana Manajemen keuangan
berkepentingan dengan bagaimana cara
menciptakan dan menjaga nilai ekonomis atau kesejahteraan.
PRINSIP-PRINSIP KEUANGAN
1. Prinsip
‘Self Interest Behavior’
2. Prinsip
‘Risk aversion’
3. Prinsip
‘Diversification’
4. Prinsip
‘Two Sided Transactions’
5. Prinsip
‘Incremental Benefit’
6. Prinsip
‘Signating’
7. Prinsip
‘Capital Market Efficiency’
8. Prinsip
‘ Risk-Return Trade-off’
9. Prinsip
‘Option’
10. Prinsip
‘Time Value of Money’
PERKEMBANGAN
TEORI KEUANGAN
Seperti teori-teori lainnya, teori keuangan juga mengalami
perkembangan. Perkembangan teori keuangan sejak dikenal tahun 1900 sampai abad
dua puluh satu ini tidak begitu pesat.
perkembangan tersebut umumnya merupakan penyempurnaan dan
pendalaman serta perluasan analisis dari teori yang ada. Perkembangan teori
keuangan tersebut adalah :
Teori Pasar Modar Efisien (Efficient capital Market theory)
Asumsi penting dalam teori keuangan adalah asumsi pasar modal yang efisien. Efisiensi
pasar modal ini bukan efisien dalam arti administrasi keuangan , tetapi
efisiensi yang dimaksud adalah efisien secara informasional . Artinya bahwa
harga-harga sekuritas yang ada di pasar modal mencerminkan informasi relevan
yang mempengaruhi harga skuritas tersebut. Efisiensi pasar modal ini memiliki
karakteristik sebagai berikut :
1.
Tidak
ada biaya transaksi baik transaksi pembelian maupun penjualan;
2.
Tidak
ada pajak;
3.
Pasar
bersifat persaingan sempurna, artinya banyak pembelian maupun penjualan;
4.
Pembelian
maupun penjualan bertindak sebagai price maket (penentu harga);
5.
Baik
individu maupun perusahaan memiliki akses yang sama ke pasar modal;
6.
Informasi
yang berhubungan dengan pasar modal tersedia untuk semua pelaku pasar dan
mereka memiliki harapan yang sama;
7.
Tidak
ada biaya yang berkaitan dengan financial distress;
Asumsi tersebut di atas mengacu suatu hipotesis yaitu hipotesis pasar efisien
(efficient market hypothesis, EMH). Telah dikemukakan bahwa pengertian efisien
di sini adalah fisien secara informasional (informational effciency)
bukan efisien secara operasional (operational fficiency).
Untuk mencapai kondisi yang efisien secara informasional ini
ada 4 syarat yang diperlukan, yaitu:
a. Informasi harus dapat diperoleh
tanpa biaya dan tersedia bagi semua pelaku pasar modal pada saat yang sama.
Artinya, informasi yang ada kaitannya dengan pasar modal harus dapat diterima
oleh semua pelaku pasar modal secara merata pada waktu yang sama. Tidak ada
investor yang menerima informasi tersebut lebih cepat atau lebih lambat dari
investor lainnya.
b. Pelaku pasar modal secara individu
tidak dapat dan tidak mampu mempengaruhi harga saham.
c. Semua pelaku pasar modal bertindak
secara rasional. Artinya para pelaku pasar modal tersebut bertujuan untuk
memaksimumkan nilai harapan yang ingin dicapai, misalnya ingin memaksimumkan
return yang diharapkan.
d. Tidak ada biaya transaksi, pajak,
dan hambatan-hambatan transaksi lainnya.
Efisiensi
pasar modal dapat dibagi menjadi 3 bentuk efisiensi, yaitu:
a. Efisisensi bentuk lemah (weak-form
efficiency). Efisiensi bentuk lemah menunjukkan bahwa harga saham di masa
datang tidak dapat diprediksi hanya menggunakan data harga saham yang lalu.
Pergerakan harga saham bersifat random (acak), sehingga tidak dapat diprediksi
hanya menggunakan data harga historis. Apabila harga saham yang akan datang
dapat diprediksi hanya menggunakan data harga saham masa lalu, maka pasar modal
tersebut belum efisien dalam bentuk lemah.
b. Efisisensi bentuk setengah kuat (semi
strong-form efficiency). Efisiensi bentuk setengah kuat menunjukkan bahwa
harga saham yang terjadi merefleksikan atas informasi yang dipublikasikan.
c. Efisiensi bentuk kuat (strong-form
fficiency). Efisiensi bentuk kuat menunjukkan bahwa harga saham yang terjadi
merefleksikan informasi yang dipublikasikan maupun informasi yang tidak
dipublikasikan.
Teori Struktur Modal (Capital Structure Theory)
Struktur modal merupakan perimbangan antara hutang jangka
panjang dengan modal sendiri. Teori mengenai struktur modal pertama kali
dikenalkan oleh Francisco Modigliani dan Merton Miller (biasa disingkat: MM)
tahun 1958. Modigliani dan mliller mempublikasikan teori struktur modal ini
dalam hubungannya dengan kemarnpuan perusahaan dalam menghasilkan laba di masa
yang akan datang (future earning). Mereka mengemukakan bahwa kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba di masa datang tidak dipengaruhi oleh
besarnya struktur modal (dengan asumsi tidak ada pajak). Jika teori ini benar
maka manajer keuangan tidak perlu memikirkan perencanaan besarnya struktur
modal karena tidak berpengaruh .terhadap kemampuan perusahaan memperoleh laba.
Kemampuan memperoleh laba ini
nantinya akan mempengaruhi besarnya dividen yang akan dibagikan kepada pemegang
saham. Jika kemampuan laba tinggi maka harga saham akan naik. Dari penjelasan
di atas dapat disimpulkan pula bahwa besarnya struktur modal tidak relevan
mempengaruhi tinggi rendahnya harga saham. Teori struktur modal ini terus
berkembang berkenaan dengan usaha perusahaan untuk menghasilkan laba yang
diperoleh dari penggunaan modal.
Pada tahun 1963, Modigliani-Miller mempublikasikan teorinya
yang kedua tentang struktur modal
dengan memperhatikan pajak. Adanya pajak maka nilai perusahaan yang tercermin
pada harga saham dipengaruhi oleh struktur modal dengan memperhatikan pajak.
Adanya pajak maka nilai perusahaan akan tercermin pada harga saham dipengaruhi
oleh struktur modal. Semakin besar (banyak) hutang yang digunakan maka semakin
tinggi nilai perusahaan yang berarti semakin tinggi harga sahamnya. Alasannya
adalah bunga hutang yang dibayarkan dapat
mengurangi pajak yang dibayar oleh perusahaan. Penghematan pajak ini
merupakan
keuntungan
pemegang saham, sehingga nilai perusahaan meningkat yang tercermin pada
meningkatn harga saham.
Teori Dividen (Dividend Theory)
Telah dijelaskan di muka, bahwa. menurut Modigliani-Miller dengan asumsi pasar
modal efisien dan tidak ada pajak, kebijakan dividen tidak relevan dengan
konsep nilai perusahaan (harga saham). Hal ini disebabkan setiap rupiah yang
dibayarkan perusahaan sebagai dividen mengharuskan perusahaan
mengeluarkan saham baru. Sebagai akibat emisi saham baru itu maka nilai
sekarang dari penerimaan pemegang saham lama menjadi semakin kecil. Ini
artinya pembagian dividen tidak mempengaruhi tingkat kemakmurannya. Dengan kata
lain, bagi pemegang saham akan sama saja apakah menerima pembayaran dividen
sekarang atau capital gain di masa datang. Dengan asumsi pasar modal
yang efisien maka nilai perusahaan hanya dipengaruhi oleh keputusan
penganggaran modal (Copital Budgeting Decision). Keputusan
pengganggaran modal tersebut nantinya akan mmpengaruhi aliran kas dan
tingkat risiko di masa datang. Risiko merupakan penentu aliran kas di masa
dating karena keadaan yang akan datang penuh ketidakpastian. Hasil yang telah
direncanakan kemungkinan tidak tercapai. Kemungkinan menyimpangnya hasil dari
rencana yang telah ditetapkan inilah sebagai risiko yang harus diperkirakan
sebelumnya.
Teori Diskonto Aliran Kas (Cash flow
Discounted Theory)
Teori ini mendasarkan diri pada konsep nilai waktu dari uang (time valtre of
money). Aliran kas yang akan diterima pada masa depan dapat dinilai sekarang
menggunakan factor diskonto. Faktor diskonto ini misalnya berupa bunga. Proses
penilaian aliran kas di masa depan tersebut dinamakan pendiskontoan aliran kas
(cash flow discounted). Pendiskontoan kas ini dimaksudkan untuk menilai aliran
kas di masa depan yang dinilai sekarang (present value). Proses pendiskontoan aliran kas ini dibagi
menjadi 4 tahap yaitu:
a. Perkiraan (estimasi) aliran kas di
masa yang akan dating;
b. Penilaian risiko aliran kas di masa
yang akan datang;
c. Menganalisis penilaian risiko
dihubungkan dengan aliran kas;
d. Penentuan nilai sekarang dari aliran
kas (present varue of cashflow)
Pendiskontoan aliran kas ini penting untuk menetapkan suatu
tingkat diskonto atau bunga yang akan digunakan untuk menilai aliran kas yang
akan datang jika dinilai saat ini.
Tingkat diskonto yang akan digunakan tersebut harus
mencerminkan tingkat risiko aliran kas, tingkat keuntungan ekonomi (return)
dari investasi yang dilaksanakan dan priode aliran kas (jangka waktu
suatu investasi).
Teori Agen (Agent Theory)
Sekali lagi bahwa, tujuan perusahaan adalah memaksimumkan
kemakmuran para pemegang saham yang diterjemahkan sebagai memaksimumkan harga
saham. Dalam kenyataannya tidak jarang manajer perusahaan memiliki tujuan lain
yang mungkin bertentangan dengan tujuan utama tersebut. Karena manajer diangkat
oleh pemegang saham idealnya mereka bertindak yang terbaik untuk
kepentingan pemegang saham. Namun dalam praktek sering terjadi konflik antara
kedua pihak tersebut yang dinamakan agency problem. Agency problem
ini dapat muncul antara manajer dan pemegang saham atau antara kreditur dan
pemegang saham. Dalam perusahaan besar agency problem sangat potensial terjadi
karena proporsi kepemilikan perusahaan oleh manajer relatif kecil. Tidak jarang
tindakan manajer bukannya memakmurkan pemegang saham, melainkan memperbesar
skala perusahaan dengan cara ekspansi atau membeli perusahaan lain. Motif
utamanya adalah untuk menghindari pengambilalihan oleh perusahaan lain. Konflik
lain yang potensial terjadi dalam perusahaan besar adalah antara pemegang saham
dan kreditur.
Kreditur memiliki hak atas sebagian laba dan sebagian aset
perusahaan terutama dalam kasus kebangkrutan. Sementara itu pemegang saham
memegang pengendalian perusahaan yang sangat menentukan profitabilitas dan
risiko perusahaan
Teori lnformasi Asimetrik (Asymetric
Informatian Theory)
Kita tahu bahwa manajer perusahaan pastilah lebih mengetahui tentang informasi
berkaitan dengan kondisi dan prospek perusahaan dibanding dengan investor atau
analis. Kondisi seperti ini disebut asymetric information Artinya antara
manajer dan pemilik mempunyai informasi yang berbeda tentang perusahaan. Dalam
kasus ini, mungkin saja manajer perusahaan percaya bahwa saham perusahaan dalam
keadaan undervalued atau overvalued Hal itu tergantung apakah informasi
tersebut menguntungkan atau tidak bagi perusahaan. Dampak yang mungkin muncul
dengan adanya asymetric information adalah timbulnya kegagalan pasar. Misalnya
saja kita akan membeli komputer bekas. Pada pasar komputer bekas ini penjual
biasanya memiliki informasi yang lebih baik daripada pembeli atau terdapat asymetric
information atas calon penjual dan pembeli. Akibatnya, pembeli yang memperoleh
informasi kurang lengkap dibanding penjual kemungkinan akan mendapatkan harga
yang tidak seharusnya dibayar atau kualitas barang yang tidak sesuai dengan
harganya.
Teori Portopolio (Portfolio
Theory)
Tokoh yang terkenal dengan teori portofolionya adalah Harry Markowitz, Dia
pernah memperoleh hadiah Nobel di bidang ekonomi tahun 1990. Teori
Portopolio menyatakan bahwa risiko dapat dikurangi dengan cara mengkombinasikan
aset ke dalam suatu portopolio. Investor dapat mengurangi risiko atas
investasinya dengan dengan cara menanamkan dananya pada berbagai saham di
berbagai pasar saham atau berbagai saham di suatu pasar saham (bursa).
Hal ini karena risiko aset secara individu akan lebih besar dari pada risiko
portopolio. Namon teori ini belum menyebutkan secara jelas hubungan antara
hasil (return) dengan risiko investasi.Oleh karena itu teori ini disempurnakan
oleh William Sharpe dengan mengembangkan teori keseimbangan yang menghubungkan
antara risiko dan hasil
Teori Opsi (Option Theory)
Opsi merupakan suatu hak untuk menjual dan membeli suatu asset dengan harga
tertentu selama jangka waktu tertentu. Perdagangan opsi di Amerika telah
berkembang sejak tahun 1800-an. Suatu model penilaian opsi telah diperkenalkan
pada tahun 1973 oleh FisherBlack dan Myron Scholes. Model tersebut kemudian
dikenal dengan Black-Scholes option Pricing Model. Namun demikian, walau
sudah agak lama teori ini berkembang tetapi sampai saat ini belum dianggap
sebagai teori dalam manajemen keuangan. Hanya saja ada beberapa keputusan di
bidang keuangan yang dapat dianalisis dan dipahami lebih baik dengan
menggunakan kerangka teori opsi ini.
Sebagai contoh, dalam perkara pembatalan sewa guna usaha (leasing) sebagai
salah satu alternative pembiayaan perusahaan. Pembatalan transaksi sewa
guna usaha dapat dianalisis dengan kerangka teori opsi. Begitu pula modal yang
akan digunakan oleh perusahaan yang dapat berupa modal sendiri perusahaan
(ekuitas perusahaan) atau memakai hutang (leverage) dapat
diperjual-belikan menggunakan teori opsi ini.
PERKEMBANGAN FUNGSI MANAJER KEUANGAN
1. Tahun
193O-an:
a. fungsi keuangan dipegang oleh
manajer keuangan yang disebut controller atau treasurer.
b. Manajer ini bertanggung jawab
terhadap pelaporan internal dan eksternal.
c. Secara internal, tugas-tugas
controller meliputi pengendilian, pengukuran, pelaporan dan evaluasi atas
operasi perusahaan.
d. Pelaporan dibuat secara periodik
kepada manajemen operasional tentang hasil selama satu periode dan dibandingkan
dengan anggaran operasi yang telah direncanakan.
e. Sedangkan untuk pelaporan eksternal
ditujukan pada kecukupan dan konsistensi kebijakan akuntansi dalam rangka
memenuhi ketentuan dari pasar modal sebagai pihak yang memiliki kewenangan
untuk mengatur perusahaan-perusahaan yang telah go public. Adapun fungsi
treasurer pada dasamya berkaitan dengan manajemen aktiva dengan penekanan pada
sektor modal kerja dalam neraca.
f. Tanggung jawab treasurer meliputi
pengelolaan dan pengawasan kas, hubungan dengan bank dan pembayaan jangka
pendek.
Dewasa ini manajer keuangan ( financial manager)
semakin menempati posisi yang utama sebagai peringkat atas pada struktur
organisasi perusahaan. Bahkan jabatan manajer keuangan berada pada posisi Wakil
Presiden Bidang Keuangan. Adapun alasanya karena pentingnya perencanaan,
analisis dan pengendalian operasi keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer
keuangan. Di samping itu, wewenang untuk memutuskan masalah-masalah keuangan,
yang strategis jarang didelegasikan kepada unit-unit organisasi yang berada di
level bawah, kecuali untuk hal-hal yang berkaitan dengan keputusan keuangan
sehari-hari dapat dilimpahkan kepada bendahara.
2. Menurut Fred Weston, perkembangan
fungsi keuangan sampai sekarang ini dipengaruhi oleh beberapa perubahan besar
dalam lingkungan eksternal, yaitu:
a.
Perkembangan
teknologi yang pesat berakibat pada lebih cepatnya daur hidup dari setiap
kehidupan produk.
b.
Kemampuan
perusahaan memperoleh laba mengalami penurunan dibanding penjualannya (profit
margin) dari hampir seluruh perusahaan. Penurunan ini terutama terjadi pada
sektor industri. Hal ini karena adanya persaingan yang semakin tajam dalam
pengembangan produk.
4.
Perang
Dunia II yang telah menciptakan peluang-peluang bisnis yang memerlukan cara
cara pembiayaan tertentu menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Banyaknya
perusahaan-perusahaan berskala besar yang tumbuh memerlukan pengelolaan keuangan
yang spesifik. Adanya institusionalisasi aliran tabungan dan investasi yang
membutuhkan para profesional di bidang investasi.
No comments:
Post a Comment